Kursi DPRD Garut Kosong Berbulan-bulan, Demokrat dan PPP Belum Lakukan PAW

FOKUS, POLITIK2,368 views

Membaca pada regulasi atau aturan yang ada, terkhusus di Kabupaten Garut, sudah hampir 8 bulan atau tepatnya 29 Juni 2021, almarhumah Mas Yayu Siti Sapuro, meninggal dunia, ia merupakan Anggota DPRD Garut dari Partai Demokrat.

“Hingga hari ini semenjak beliau wafat belum ada penggantinya atau Pergantian Antar Waktu (PAW). Waktu yang cukup lama hingga berbulan-bulan belum ada kejelasan,” ujar Host Guar Garut, Tata Ansori S Kom, Rabu (23/02/2022).

Menurutnya, entah ada masalah dimana, apakah problem di internal Partai Demokrat atau eksekutif, dalam hal ini Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Garut. Tentu, sambung dia, masyarakat Garut sangat dirugikan, karena wakil rakyat Kabupaten Garut sebagai fasilitator atau agen aspirasi masyarakat yang terhitung 50 orang menjadi berkurang.

“Lalu kewajiban pemerintah daerah mengeluarkan honor dan tunjangan untuk 5 kursi anggota dewan Partai Demokrat akan berkurang?, sejak meninggalnya salahsatu, mungkin dihentikan,” ungkap Tata.

Masih kata Tata Ansorie, ini terjadi tidak hanya di Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pun belum melakukan PAW. Padahal almarhum H Agus Hamdani, sudah 4 bulan meninggal dunia. Problem di PPP sepertinya nampak pula di kepengurusan.

“Tata kelola administrasi partai politik di kita sepertinya belum beres. Tapi masalahnya problem partai menyeret ke eksekutif,” cetusnya.

Ditambahkan Tata Ansorie, demi kepentingan pelayanan publik, mestinya PAW jangan terlalu menunggu lama. sekurangnya 2 bulan sudah dilakukan.

“Sepertinya harus mencontoh PDIP, peristiwa PAW dilakukan setelah meninggalnya Dudeh Ruhiyat,” tutupnya. (**)

Komentar ditutup.