PT KAI Peduli Pendidikan, Keluarga Pensiunan PT KAI di Garut Terlunta-Lunta

SEPUTAR GARUT2,038 views

Dari pengakuan yang bersangkutan, sewaktu reaktivasi mulai, otomatis rumah yang telah dibangun diatas tanah milik PT KAI terbongkar. Sedangkan kata Mah Enong, ia tidak memiliki lagi rumah atau tanah milik pribadinya.

“Dulu sekitar tahun 1970 an oleh pengurus PT KAI almarhum suami saya disuruh tinggal dan membangun rumah ditanah milik PT KAI, karena almarhum suami adalah pegawai PT KAI, namun sekarang saat kereta aktif lagi, rumah tergusur dan saya tak miliki tempat lain,” ujar Mah Enong, Kamis (31/10).

Mah Enong berharap, karena sekarang terlanjur rumah rata dengan tanah, minimal Pihak PT KAI ada sedikit perhatian untuk mendapatkan tempat pribadi yang layak.

“Saya sudah tak bisa mencari uang lagi kemana, gaji pensiunan habis dipakai bangun rumah yang sekarang rumahnya sudah dirobohkan rata dengan tanah,” katanya.

Hal senada diungkapkan Hani (38) anak Kurnaesih, yang mengatakan bahwa dampak dari Reaktivasi PT KAI, keluarga Mah Enong kebingungan tempat tinggal, pasalnya sekarang ini terpaksa mengontrak rumah milik orang lain.

“Ya kalau kami bisa bayar kontrakan kami bisa tinggal, tapi kalau enggak kami mau tinggal dimana. Saya sih berharap PT KAI bisa menyisihkan bantuan bagi kami, untuk kelangsungan hidup keluarga kami,” ucapnya. (Ndy)

Komentar ditutup.