oleh

PT KAI Peduli Pendidikan, Keluarga Pensiunan PT KAI di Garut Terlunta-Lunta

HARIANGARUTNEWS.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) gelar program mengajar pada tanggal 30-31 Oktober 2019 di SDN Padasuka 2, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Yang mana seperti dikatakan VP Corporate Culture and General Facilities KAI, Mateta Rijalulhaq, dalam presss realesenya, Rabu (30/10), Kegiatan KAI Mengajar ini merupakan bentuk kepedulian KAI di bidang pendidikan. PT KAI memberdayakan pegawai milenial untuk terjun mengabdi kepada masyarakat.

Kendati demikian, bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat dari PT KAI ini seolah tak peduli dengan lainnya, contohnya dari dampak reaktivasi PT KAI Cibatu – Garut – Cikajang ini menyisakan masalah bagi salah seorang warga Jalan Mawar, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota. Adalah Kurnaesih (71) sapaan akrab Mah Enong, Janda Pensiun Pegawai PT KAI almarhum Oom Soma yang menjadi suaminya dulu, yang tak ada keistimewaan dan perhatian sedikitpun dari pihak PT KAI.

Dari pengakuan yang bersangkutan, sewaktu reaktivasi mulai, otomatis rumah yang telah dibangun diatas tanah milik PT KAI terbongkar. Sedangkan kata Mah Enong, ia tidak memiliki lagi rumah atau tanah milik pribadinya.

“Dulu sekitar tahun 1970 an oleh pengurus PT KAI almarhum suami saya disuruh tinggal dan membangun rumah ditanah milik PT KAI, karena almarhum suami adalah pegawai PT KAI, namun sekarang saat kereta aktif lagi, rumah tergusur dan saya tak miliki tempat lain,” ujar Mah Enong, Kamis (31/10).

Mah Enong berharap, karena sekarang terlanjur rumah rata dengan tanah, minimal Pihak PT KAI ada sedikit perhatian untuk mendapatkan tempat pribadi yang layak.

“Saya sudah tak bisa mencari uang lagi kemana, gaji pensiunan habis dipakai bangun rumah yang sekarang rumahnya sudah dirobohkan rata dengan tanah,” katanya.

Hal senada diungkapkan Hani (38) anak Kurnaesih, yang mengatakan bahwa dampak dari Reaktivasi PT KAI, keluarga Mah Enong kebingungan tempat tinggal, pasalnya sekarang ini terpaksa mengontrak rumah milik orang lain.

“Ya kalau kami bisa bayar kontrakan kami bisa tinggal, tapi kalau enggak kami mau tinggal dimana. Saya sih berharap PT KAI bisa menyisihkan bantuan bagi kami, untuk kelangsungan hidup keluarga kami,” ucapnya. (Ndy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru