Inisiatif Relawan Garut Humanity Ambulance Evakuasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas Diapresiasi Warga

GARUT KOTA1,777 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Senin (27/05/2024) malam, mobil Garut Humanity Ambulance (GHA) yang dikendarai Muhamad Ihsan RS dan Muhamad Hilal Hamdi tengah dalam perjalanan pulang membawa pasien dari rumah sakit Al-Ihsan Bandung. Mobil ambulans melintasi jalan yang macet yang rupanya disebabkan kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Garut-Bayongbong, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Setelah ditelisik lebih jauh korban bernama Erwin (21) warga Kampung Cikubang, Desa Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan.

“Korban mengalami luka lecet pada tangan dan kaki serta luka di bagian kepala. Selain Erwin, ada korban perempuan lainnya yang mengalami luka-luka,” ujar Ihsan.

Ihsan dan bersama crew Garut Humanity Ambulance lainnya mengevakuasi korban kecelakaan tersebut ke RSUD dr. Slamet Garut. Ikhsan mengaku kejadian tersebut terjadi begitu saja tanpa direncanakan. Karena alasan kasihan dan panggilan hati atau kemanusiaan, dia memutuskan untuk mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas tersebut.

Petugas Garut Humanity Ambulance saat mengevakuasi korban laka lantas.

“Meskipun ini tidak direncanakan, sudah menjadi tugas kami untuk setiap panggilan kemanusiaan,” ujar Ihsan.

CEO Garut Humanity Ambulance, Mami Waffie, mengungkapkan bahwa ia memberikan pujian penuh kepada apa yang dilakukan petugas Garut Humanity Ambulance. Ini merupakan refleks tindakan yang sangat bagus.

“Ini sesuai dengan tugas kemanusiaan yang diemban Garut Humanity Ambulance. Semoga menjadi inspirasi bagi petugas ambulance yang lain di seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Garut,” ucap Mami Waffie.

Ia menambahkan bahwa GHA melalui para drivernya terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Mulai dari layanan kesehatan masyarakat, evakuasi korban laka lantas hingga misi kemanusiaan pada penanganan kebencanaan.

Dengan peralatan lengkap, pertolongan petugas GHA diapresiasi warga.

“Mobil ambulance GHA akan bersiaga selama 24 jam. Perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa operasional ambulance murni dari dana pribadi tanpa ada bantuan dari pihak manapun. Kami berharap kehadiran GHA, semakin banyak membantu masyarakat terutama kalangan masyarakat bawah,” tandas Mami Waffie.

Sementara, Suryana (51) warga Muara Sanding, yang turut membantu korban laka lantas tersebut mengapresiasi tindakan reaksi cepat yang dilakukan para petugas atau crew Garut Humanity Ambulance.

“Sangat sigap dan cepat, para petugas ambulance (GHA) menolong korban dengan peralatan medis yang lengkap. Mereka sepertinya sudah profesional dalam menangani korban yang sakit atau laka lantas. Korban selanjutnya dibawa petugas Garut Humanity Ambulance ke RSU dengan penanganan yang cukup hati-hati,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *