Dermawan dari Bandung Bangun Rumah Yatim dan Masjid Megah Ar Rayyan di Garut, Ini Kata Pembina Yayasan

MIMBAR EDUKASI2,439 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Seorang dermawan warga Baleendah, Kabupaten Bandung, mendirikan rumah anak yatim piatu dhuafa beserta masjid, di Kampung Bojong Sirna, Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Rumah yatim piatu ini rencananya akan menampung anak yatim piatu dhuafa yang ada di Desa Tanjungkarya. Anak yatim itu akan dibiayai mulai dari kebutuhan dasar seperti makan minum, sampai dibantu untuk santunan biaya pendidikan.

H. Yan Daryana (73) pendiri rumah yatim ini menjelaskan, bahwa awal mulanya Ia berniat untuk membangun rumah anak yatim piatu di daerah Banjaran Gunung Puntang. Namun pihak keluarganya tidak menyetujui lokasi tersebut. Kemudian kodarullah, dipertemukan dengan pihak yang memfasilitasi di daerah Desa Tanjungkarya. Pihak keluarga pun jatuh hati dan memutuskan membangun rumah yatim tersebut di Kabupaten Garut Desa Tanjungkarya.

Di samping itu, Kabupaten Garut sendiri rupanya bukanlah daerah yang asing bagi Yan Daryana. Karena rupanya Yan Daryana juga dilahirkan di Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut dan punya banyak keluarga di sana. Walaupun pada akhirnya tumbuh dewasa dan bekerja hingga sekarang berdomisili di Kabupaten Bandung.

Akhirnya dimulailah pembangunan rumah yatim tersebut. Dan sekarang ini yang sudah tuntas dibangun adalah masjid Ar Rayyan juga kantor dan beberapa bangunan lainnya. Sementara untuk rumah yatimnya sendiri masih berproses dibangun.

” Sebenarnya niat dan tujuan utama dan pertama, bukan membangun masjid, tapi membangun rumah yatim untuk memelihara anak yaitm piatu dhuafa yang tidak mampu. Tapi sesuai perjalanan waktu, dipikir ada anak yatim tanpa ada sarana ibadah. Karena tanggung jawab kita bukan sekedar memelihara anak yatim saja, bukan sekedar mengisi perutnya, tapi juga akhlaknya, masa depannya, itu juga harus kita bina kan,” ujarnya Sabtu (10/02/2024) malam.

Dengan begitu, masjid pun akhirnya dibangun dan kebetulan lebih cepat selesai dibandingkan rumah yatimnya sendiri. Dan pada Sabtu (10/02/2024) malam, pengajian bulanan perdana sudah dimulai di masjid tersebut. Tokoh masyarakat dan warga setempat sangat antusias mengikuti pengajian bulanan sekaligus menyambut berdirinya masjid dan rumah yatim tersebut. Hal itu menunjukkan dukungan dari masyarakat atas berdirinya rumah yatim Ar Rayyan ini. Di samping itu, Yan Daryana juga ingin ke depan ada agenda rutin pengajian bulanan dan juga pengajian dua mingguan di masjid Ar Rayyan tersebut.

”Bahkan rencana pada bulan puasa ini walaupun belum selesai 100 persen, tapi bagian dalam sudah selesai, artinya bisa ditempati. Saya menginginkan bulan puasa kalau Allah mengizinkan ingin melaksanakan pesantren kilat untuk anak yatim,” sambungnya.

Ditanya lebih jauh soal rumah yatim, Yan Daryana menerangkan bahwa kapasitas rumah yatim ini direncanakan akan dibangun tiga lantai. Namun di tahap pertama ini baru dibangun satu lantai dan kapasitasnya direncanakan akan menampung dulu sebanyak 30 anak yatim piatu dhuafa.

Semua anak yatim ini akan mondok di rumah yatim tersebut. Kebutuhan makan mereka akan ditanggung seluruhnya oleh yayasan Bumi Ar Rayyan. Termasuk beberapa anak yaitm juga akan dibantu untuk santunan biaya pendidikan. Bahkan ada satu anak yatim yang kabarnya putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu biaya. Yan Daryana akan membantu anak tersebut agar bisa kembali sekolah.

” Kita akan coba tahun depan masukan ke sekolah. Bagaimana caranya nanti kita pikirkan,” katanya.

Yan Daryana menerangkan bahwa rumah yatim dan semua fasilitas yang ada ini, dibangun di lahan seluas 3.300 meter persegi. Lahan ini sudah dibeli olehnya dari empat orang pemilik. Dan rencananya, semua lahan berserta fasilitas rumah yatim ini akan diwakafkan kepada yayasan Bumi Ar Rayyan sebagai pengelola.

Yan Daryana menerangkan, sejauh ini untuk membiayai anak yatim seutuhnya masih mengandalkan biaya pribadinya beserta sumbangan keluarga ( anak dan saudara). Sejauh ini belum ada donatur dari pihak luar. Dan Ia pun berdoa semoga diberikan kemampuan dan rezeki agar senantiasa membiayai kebutuhan anak yatim tersebut.

”Bapak hanya mohon doa dari semua masyarakat semoga ini berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu Yoga Permana (45) Ketua Yayasan Bumi Ar Rayyan menjelaskan bahwa sejauh ini untuk biaya anak yatim masih ditanggung sendiri oleh yayasan dan pendiri yaitu haji Yan Daryana. Ke depan pihaknya tidak menutup kemungkinan jika ada hamba Allah yang ingin menitipkan rezekinya untuk membantu anak yatim melalui yayasan. Walaupun bantuan itu tidak musti harus selalu dalam bentuk uang, tapi juga bisa dalam bentuk tenaga, ilmu, keahlian dan lain sebagainya.

Bahkan ada rencana ke depan dari yayasan bahwa pihaknya akan memberdayakan anak yatim untuk mandiri berusaha dibantu oleh yayasan. Mereka akan diajari dan dimodali bisnis sesuai kemampuan dan potensi di wilayah tersebut. Dan yang sudah dilirik adalah usaha di bidang agraria (pertanian) karena memang lingkungan setempat adalah lingkungan pertanian. Anak yatim ke depan akan diajari berwirausaha menjadi suplayer pupuk, bisnis pembibitan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, jika ada pihak manapun yang berniat ingin membantu dalam pengembangan keilmuan dan keahlian, dipersilahkan dengan senang hati untuk berbagi di yayasan ini.

”Kita tidak meminta, namun jika ada yang mempercayakan niatnya melalui kami, insyaa Allah kami berusaha untuk mengelola menyalurkan kembali. Apakah itu berupa dana, tenaga,kita terima. Jadi niat baik itu bukan hanya uang tapi tenaga juga kita terima,” ungkapnya.

”Misalkan mengajar pertanian alangkah baiknya. Seperti cara memupuk, cara membuat bibit, itu kita sangat terbuka,” terang Yoga.

Lebih jauh Yoga menjelaskan perihal pendidikan anak yatim. Untuk urusan pendidikan, pihak yayasan sementara ini masih belum bisa mengcover 100 persen biaya pendidikan. Sejauh ini pihaknya baru bisa memberikan santunan pendidikan. Namun tidak menutup kemungkinan, ke depan pihaknya juga ingin agar seluruh biaya pendidikan anak yatim bisa dibiayai seluruhnya oleh yayasan.

”Karena kita belum ada fasilitas untuk menyediakan sarana pendidikan. Kita sifatnya santunan pendidikan saja. Ke depan cita-cita kita sampai ke arah situ full 100 persen,” tuturnya.

Sementara itu, H Toni Ahmad Efendi pembina dari Yayasan Bumi Ar Rayyan mengapresiasi atas kebaikan dari Haji Yan Daryana selaku pendiri dan juga pihak keluarga.

”Pembangunan untuk kepentingan sosial ini merupakan bentuk yang harus dicontoh oleh banyak orang. Kalau di desa ini lahir satu program untuk menampung gedung anak yatim piatu beserta fasilitas ibadahnya, semoga bertumbuh kembang di Garut, tidak hanya di desa ini tapi berkembang di seluruh desa di Kabupaten Garut,” kata H Toni.

H Toni pun menilai bahwa dengan keberadaan rumah yatim ini merupakan aset desa yang harus disupport penuh. Karena hal itu juga akan memberikan indikator yang baik terhadap kategori desa mandiri.

”Karena ini merupakan aset pemeritahan desa. Kalau saya jadi kepala desa, ini harus bangga, harus support terhadap program ini. Kalau perlu desanya ini bukan hanya support bicara saja, moril materil harus support program ini,” ujarnya.

Selain itu, semua masyarakat juga diharapkan mengawasi yayasan ini. Ia mempersilahkan masyarakat untuk melakukan kontrol sosial, bilamana memang yayasan tidak bekerja dengan baik dan tidak sesuai dengan tujuan utama.

H Toni memastikan bahwa pendiri benar-benar amanah, ikhlas dan mempunyai niat luhur dalam mendirikan rumah yatim beserta masjid ini. Hal itu murni untuk membantu anak yaitm piatu dhuafa.

” Pure, yayasan Bumi Ar Rayyan ini betul-betul dari hati sanubari, niat ikhlas semua karena Allah. Kita tidak mencari keuntungan dari pembentukan yayasan yang ada di desa ini. Kepala desa, kecamatan, Pemerintah Kabupaten Garut harus support program ini. Harus dilirik jangan diam di meja tapi kontrol ke sini. betul tidak keberadaan yayasan ini akan berbuat baik akan mampu membiayai makan anak yatim piatu dan menyekolahkan,” pungkasnya. (Ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *