oleh

SMK Al-Mukhtariyah Garut Gelar Workshop Pengemmbangan Kurikulum

banner 300250

HARIANGARUTNEWS.COM – Workshop pengembangan kurikulum tahun 2013, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Mukhtariyah Tahun Pelajaran 2019-2020 digelar di gedung SMK Al Mukhtariyah, Desa Cinisti, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (16/10). Acara bertemakan “Melalui Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran, Dapat Meningkatkan Optimalisasi Peran dan Kompetensi Guru”.

Hadir dalam acara Pengawas sekaligus Narasumber dari Provinsi Jawa Barat Hj Tuti Marwah M MPd, Ketua Yayasan Al Mukhtariyah H Toni Ahmad Efendi, Kepala Sekolah SMK Al Mukhtariyah H Pupu Arif M Pd, para guru dan staf pengajar SMK Al Mukhtariyah.

Kepala Sekolah SMK Al Mukhtariyah H Pupu Arif M Pd, usai acara menuturkan, ini adalah salah satu rangkaian program, yang mana kegiatan ini dalam rangka meningkatkan mutu guru, karena ada tiga hal penting bagi para guru untuk menjawab tantangan pendidikan di abad 21 ini.

“Pertama terkait dengan peningkatan kompetensi, mulai dari softskill dan hardsklill. Selanjutnya kompetisi literasi, yang mana hal ini ada literasi baca, literasi sosial, literasi budaya dan literasi finansial. Yang paling utama adalah karakter yang terkait dengan akhlak, moral, kejujuran yang menjadikan landasan utama,” ujar H Pupu.

Dilanjutkan H Pupu, terkait tiga hal penting tadi untuk menjawab tantangan pendidikan di era abad 21 ini, salah satunya dengan menyelenggarakan workshop yang terkait dengan kompetensi guru dengan membedah bagaimana membuat Rencana Proses Pembelajaran (RPP).

“Dengan RPP yang baik, insyaAllah implementasi untuk memberikan pembelajaran yang baik akan tercapai,” katanya.

Ketua Yayasan Al Mukhtariyah H Toni Ahmad Efendi, berharap dengan kegiatan yang dilakukan akan menghasilkan guru yang profesional. Pihak Yayasan tidak ingin kondisi para guru yang ada bertindak asal bapak senang, cofy paste melakukan kinerja yang sebenarnya sesuai dengan kompetensinya.

“Di Al Mukhtariyah tidak mau seperti itu, disaat ada pengawas meminta bahan laporan sibuk cofy paste, jangan seperti itu. Makanya dengan kegiatan ini akan mewujudkan guru-guru yang profesional dan tidak abal-abal,” kata H Toni.

Dikatakan H Toni, ada 30 orang guru yang mengikuti kegiatan workshop, dan ini sering dilakukan. Peraturan pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi sangat jelas aturan pijak hukumnya.

“Saya pernah tanya tufoksi Ketua Pengawas Pembina Provinsi apa mereka belum pada tahu. Kalau Kepala Sekolah jelas Permendikbud, kalau pengawas kemana pijakan hukumnya dan apa tufoksinya, mereka tidak tahu. Maka saya buka tadi di Permenpan RB ada tufoksi pengawas setingkat SMK. Hal ini harus disosialisasikan agar mereka oara guru faham, dan mudah-mudahan ini jadi sample buat sekolah swasta lainnya,” bebernya.

Ketua Yayasan mengaku, setelah kegiatan workshop dilakukan, akan melakukan evaluasi dalam kurun waktu dua minggu pasca kegiatan. Ia juga berharap dengan kompetensi guru yang profesional secara otomatis anak didiknya ini akan menghasilkan yang terbaik.

Sementara Pengawas sekaligus Narasumber dari Provinsi Jawa Barat Hj Tuti Marwah M MPd, mengatakan, dari semua aspek yang ada, kompetisi dan kualifikasi Yayasan sangat memadai. Sangat berbeda dengan Yayasan yang lain, terlihat dengan konsentrasi Yayasan yang full dan semua management dijalankan sesuai dengan tugas fungsinya.

“Saya lihat disini tidak ada bentrokan antara Yayasan dengan pihak sekolah, kaitan management, kebijakan, keuangan dan lainnya, semua diserahkan kepada pihak sekolah. Ini satu langkah yang konstruktif dengan kewenangan yang diberikan, maka decision maker ada di kepala sekolah, ini bisa menyeruak mencari solusi yang konstruktif untuk peningkatan mutu,” pungkasnya. (Bilal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru