Wabup Putri Karlina Ajak ASN Garut Hidupkan Tadarus

PEMERINTAHAN263 Dilihat
0 0
banner 468x60
Read Time:2 Minute, 35 Second

hariangarutnews.com – Seruan Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan bukan sekadar agenda seremonial. Ajakan tersebut menyentuh jantung rutinitas pegawai negeri, mengingatkan bahwa di balik tumpukan berkas, rapat, serta target kerja, ada dimensi ruhani yang tidak boleh kering. Ramadan menjadi momentum strategis untuk menata ulang prioritas, agar ibadah hadir selaras dengan kinerja pelayanan publik.

Pesan Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan juga relevan bagi masyarakat luas. Jika aparatur daerah berupaya menghidupkan Al-Qur’an di lingkungan kerja, suasana spiritual akan memancar hingga ke ruang pelayanan. Dari sudut pandang pribadi, inisiatif ini patut diapresiasi sebagai model pembinaan kepegawaian berorientasi nilai, bukan sekadar angka kinerja.

banner 336x280

Makna Seruan Wabup Putri Karlina untuk ASN Garut

Ketika Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan, sesungguhnya beliau sedang menegaskan kembali identitas birokrasi berjiwa religius. Tadarus tidak cuma aktivitas membaca ayat suci, melainkan proses merenungkan pesan Tuhan. Bagi aparatur, renungan itu bisa menjadi bahan koreksi sikap, cara melayani, serta cara mengambil keputusan setiap hari.

Seruan tadarus bersama di kantor memberi pesan kuat: ruang kerja bukan zona netral tanpa nilai. Di sana etika, kejujuran, empati, serta tanggung jawab perlu dipupuk terus-menerus. Tadarus Ramadan mengikat seluruh unsur itu menjadi budaya bersama. Sebuah budaya yang lebih sulit digoyang oleh godaan korupsi, sikap cuek, atau pelayanan asal jadi.

Dari perspektif penulis, ajakan tadarus bagi ASN justru lebih strategis dibanding sekadar menambah jam kerja Ramadan. Ketika hati dibersihkan melalui interaksi rutinitas bersama Al-Qur’an, keputusan birokrasi cenderung lebih bijak. Pegawai tidak hanya patuh pada aturan tertulis, tetapi juga sadar bahwa setiap lembar berkas menyangkut nasib manusia yang perlu dihormati.

Tadarus Ramadan sebagai Fondasi Etika Pelayanan Publik

Praktik Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan dapat dibaca sebagai usaha menyuntik etika ke dalam sistem. Banyak kajian tata kelola menyebut bahwa akar masalah pelayanan publik sering berasal dari lemahnya integritas pribadi. Tadarus mengajak pegawai menata batin sebelum menyentuh urusan administratif, sehingga keputusan tidak berhenti pada logika prosedur belaka.

Ketika ayat-ayat tentang keadilan, amanah, serta kejujuran dibaca berulang bersama rekan kerja, pesan tersebut memantul ke ruang rapat, loket pelayanan, hingga meja pengaduan. Budaya tadarus di kantor bisa menjadi pengingat halus bahwa berkas bukan sekadar nomor antrean. Di baliknya ada hak warga yang bisa terbantu atau malah tersakiti oleh satu tanda tangan.

Dari sudut pandang pribadi, penulis melihat pendekatan spiritual seperti ini justru relevan di tengah tuntutan digitalisasi birokrasi. Sistem semakin canggih, tetapi tanpa basis akhlak, celah penyalahgunaan tetap terbuka. Tadarus Ramadan mengisi ruang kosong itu. Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring penguatan nurani aparatur, bukan menggantikannya.

Menguatkan Komitmen Kolektif ASN Pemkab Garut

Pada akhirnya, pesan utama dari Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan bermuara pada komitmen kolektif: menjadikan kantor sebagai ruang ibadah luas, bukan sekadar tempat bekerja. Jika tadarus benar-benar dihidupkan, bukan hanya dibaca pada acara pembukaan, ia berpotensi melahirkan generasi ASN Garut yang lebih jujur, lembut, namun tetap profesional. Kesimpulan reflektifnya, ibadah personal tidak boleh terputus dari etos kerja publik. Ramadan hadir sekali setahun, tetapi nilai tadarus seharusnya menetap sepanjang masa.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
banner 336x280