Paguron PPLB Cibatu Garut Sabet Medali Emas Kejuaraan Pencak Silat Priangan Open 2024

FOKUS1,678 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Pencak silat tak sekedar olahraga tapi juga sebuah seni bela diri khas Indonesia. di dalamnya terdapat nilai -nilai karakter dan budaya. Pencak silat mengajarkan  tentang kejujuran, kedisilinan, dan ksatria. Dengan pencak silat dikalangan anak dan remaja bisa menghindari kenakalan remaja, dari pengaruh narkoba dan pergaulan bebas.

Kejuaraan Pencak Silat Priangan Open 2024 yang digelar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Garut menjadi rangkaian peringatan HUT Hari Jadi Garut (HJG) Ke-211, event ini menjadi barometer tingkat Nasional, regenerasi atlet dari usia dini dan pra remaja menjadi perhatian.

Salah seorang siswa kelas 3, Khaidar Almaisan Zafar, dan Azkia Utami Putri Bilqis kelas 5 SDN Sukalialh 3 dari perguruan Pusaka Payung Lodaya Bodas (PPLB) Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mampu membuktikan kemampuan dan semangatnya dengan bertanding sebaik mungkin sehingga meraih juara 1 menyabet medali emas dan 1 perunggu kategori Tunggal Usia Dini, pada Sabtu (02/03/2024) di SOR RAA Adiwidjaya, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul.

Ketua Paguron PPLB, Dodi, menyebut bahwa pihaknya mengikuti event tersebut dengan dana hasil swadaya. Walau dengan segela keterbatasan dan hampir batal mengikuti event tersebut pihaknya bersyukur anak asuhnya berhasil meraih medali emas.

Khaidar, siswa kelas 3 SDN Sukalilah 3 perwakilan PPLB sabet medali emas

“Persaingan di pencak silat ini terbilang sengit, karena melibatkan banyak sekali atlet dari berbagai perguruan tinggi. Setahu saya ada 1.200 ratus lebih atlet dari berbagai Kota/Kabupaten yang ada di Priangan. Alhamdulilah salah satu pesilat kami masuk final dan mndapatkan medali emas, semua ini berkat kesemangatan peserta itu sendiri, para pelatih serta pengurus paguron PPLB,” jelas Dodi.

Tak hanya itu, kata Dodi, meskipun persaingan lebih ketat dan cabor ini terbilang rawan, tetapi itu tidak sampai mempengaruhi emosi selama pertandingan. Justru hal yang paling penting mereka tunjukan adalah sportivitas tinggi selama kompetisi.

“Kalau menurut saya sportivitasnya sangat tinggi dan sangat fair. Kami sangat menjaga itu dan pelatih menuntut itu. Kami dengan tim lain juga tetap menjaga kekeluargaan antar perguruan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *