Salarea Foundation Promosikan Kopi Cibatu sebagai Khasanah Kekayaan Nusantara

FOKUS1,965 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Untuk memperingati Hari Kopi Nasional yang jatuh setiap tanggal 11 Maret, Pawon Kopi Salarea, unit sosial entrepreneur dari Yayasan Kelompok Kerja Salarea (Salarea Foundation) menggelar event bertajuk Ekspedisi Gunung Sadakeling, sebagai upaya mempromosikan potensi ekowisata kopi Cibatu, sebagai khasanah kekayaan kopi Nusantara.

Ketua Salarea Foundation, Dadan M Ramdan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dari 9-10 Maret 2024. Ekspedisi Gunung Sadakeling meruapkan kegiatan kolaborasi yang melibatkan sejumlah pihak di antaranya PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) yang sejak tiga tahun lalu bersama Salarea Foundation menjalankan program pemberdayaan dan penguatan kapasitas petani kopi di Cibatu, Garut, Jawa Barat.

Pihak lainnya yang turut berkolaborasi adalah Perhutani, PMO Kopi Nusantara, Pemda Garut, komunitas motor trail, kelompok tani, dan penggiat kopi dan komunitas barista.

“Ada sejumlah rangkaian kegiatan dalam Ekspedisi Gunung Sadakeling, seperti menjelajahi hutan dan kebun kopi di Gunung Sadakeling yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi kopi di Cibatu sejak zaman kolonial Belanda. Untuk itu, dari momentum peringatan Hari Kopi Nasional tahun ini kita ingin lebih jauh mengetahui tentang asal usul,” papar Owner Pawon Kopi Salarea ini, Senin (26/02/2024).

Dalam konteks sejarah, Dadan berujar, Gunung Sadakeling ternyata menyimpan jejak jejak perjalanan salah satu tokoh terkenal di masanya saat itu, yakni SM Karto Suwiryo. Ia adalah tokoh besar yang menjadi pendiri gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

“Di sisi ini bukan melihat dari sisi kontroversinya, tapi keberadaan tokoh ini dan organisasinya menjadi bagian dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia,” tandas Dadan.

Adapun kegiatan lainnya yang akan disiisi dengan penanaman kopi dan pohon penghijauan sebagai upaya edukasi dan promosi lingkungan.

“Kami juga menggelar kompetisi kopi yang tak lain tujuannya untuk menggali potensi anak muda di industri hilir perkopian,” pungkas Dadan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *