Besok, 44 Finalis Mojang Jajaka Kabupaten Garut Akan Tampilkan Unjuk Kabisa

FOKUS1,095 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Salah satu babak penting dalam penjurian Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Garut Tahun 2023 yakni ke-44 pasangan Moka tampil dalam Unjuk Kabisa. Mereka tidak hanya ditantang untuk unjuk bakat, tapi juga bisa mempromosikan seni dan budaya Kabupaten Garut.

Kegiatan unjuk kabisa Mojang Jajaka ini diselenggarakan setelah para finalis melaksanakan berbagai seleksi yang diselenggarakan oleh Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Garut. Mulai dari Psikotes, Tes Bahasa Inggris, Tes Bahasa Sunda, Tes kepribadian, dan berbagai rangkaian tes yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Agus Ismail ST MT, disela-sela kegiatan persiapan Unjuk Kabisa 44 Finalis Mojang Jajaka Kabupaten Garut yang akan digelar pada Rabu (08/11/2023) besok, di Graha Intan Balarea, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut

 

Agis, sapaan akrab Agus Ismail, menuturkan, Unjuk Kabisa merupakan pertunjukan bakat yang dimiliki para finalis. Saat unjuk bakat, masing-masing kontestan akan menampilkan kemampuannya selain berlenggak-lenggok di atas panggung. Karena tahun ini finalis berasal dari berbagai latar belakang, skill dan bakat yang mereka tunjukkan pun semakin bervariasi.

“Olah vokal dan gerak masih menjadi keahlian yang banyak dibawakan Moka. Hanya memang muatan lokalnya harus ada. Biasanya dalam Unjuk Kabisa, peserta tak hanya menyanyi dan menari, yang masih menjadi pilihan utama sebagian besar finalis, namun ada juga yang berpuisi, membawakan monolog, memainkan alat musik dan lainnya,” ungkap Agis.

Menurutnya, jika ada finalis yang memiliki penilaian bagus tetapi tidak memiliki etika, akan minus. Sebab, sambung Agis, Pasanggiri Mojang Jajaka pun dilihat dari etika, cara bergaul, dan bicara dengan teman sekalipun.

“Yang penting anak-anak bisa menunjukkan kemampuannya. Unjuk Kabisa ini masuk dalam penilaian ke final nanti. Dari awal teknis penilaiannya, mulai bahasa Sunda, Inggris, pengetahuan umum, kepariwisataan, tata krama, etika, dan keber­samaannya,” jelas Kadisparbud.

Kadis Agis berharap agar para Mojang Jajaka Kabupaten Garut ini bisa memahami budaya Garut dan wisata Garut serta program dari pemeintah Kabupaten Garut. Intinya, kata Dia, ajang Mojang Jajaka ini merupakan wadah penting bagi pemuda-pemudi Garut untuk mengembangkan potensi diri mereka. Selain itu, ajang ini juga membantu mempromosikan pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif yang ada di Garut.

“Kenapa harus ada syarat mojang jajaka kreatif? karena ada istilah syarat kreatif jadi mojang jajaka kreatif artinya mojang jajaka yang ikut harus memiliki keterampilan yang sifatnya bisa dipertunjukan dan menarik, jadi apa yang mereka bisa silahkan tunjukan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Igie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *