oleh

Pulihkan Ekonomi Melalui Desa Wisata di Garut, Berbagai Pihak Tandatangani MoU Program Dewa Membumi

HARIANGARUTNEWS.COM – Sebagai Langkah percepatan pemulihan ekonomi di kabupaten Garut, setelah dilakukan berbagai tahapan terkait program DEWA MEMBUMI ( Pengembangan Desa Wisata Melalui pemetaan Potensi dan Kolaborasi untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi), kali ini Bappeda kabupaten Garut menggelar penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman antar stake holder, diantaranya pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan juga media. Acara digelar di Aula Bappeda kabupaten Garut. Kamis (25/11).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Garut, beberapa Kepala Dinas dan Camat, Kepala Cabang Bank BJB, Kepala Desa terpilih yang menjadi prioritas dalam pengembangan Desa Wisata, serta dari unsur Akademisi (Uniga, ITG) dan unsur Media (Harian Garut News). Adapun desa terpilih yang menjadi prioritas untuk pengembangan Desa Wisata yakni desa Sukamaju kecamatan Cilawu, desa Cangkuang kecamatan Leles, Desa Lebak Agung kecamatan Karangpawitan, desa Mekarjaya kecamatan Tarogong Kaler, desa Cinunuk kecamatan Wanaraja, desa Ciwangi kecamatan Limbangan, desa Pakenjeng kecamatan Pamulihan, desa Jatisari kecamatan Cisompet dan desa Mekarmukti kecamatan Cibalong.

Dalam sambutannya, Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH., MH menyampaikan dalam APBD tahun 2022 ada program yang berhubungan dengan pariwisata, sekitar 5 miliar untuk desa membangun pariwisata.

“ Tapi jangan dikelola oleh Dinas, Karena nanti pemborongnya gak bener kita lagi yang repot. Kita serahkan saja langsung pada desa yang mengelola, kita beri kepercayaan karena mereka yang akan menerima manfaatnya dan harus bertanggung jawab untuk kemajuan desanya, “ tegas Rudy.

Perlu diketahui, tambah Rudy, pembangunan kita bertahap, RPJMD kita bertahap, saya tetap konsisten setelah infrastruktur jalan, jembatan menjadi prioritas karena jalan dan jembatan jadi modal utama dalam berbagai aktifitas

“ Jika ada potensi wisata yang sangat bagus tapi akses jalannya buruk maka akan menghambat juga pada pengembangannya. Jadi setelah infrastrukur jalan kita bangun, kini kita mulai fokus pada pembangunan pariwisata. Saya sangat mengapresiasi dengan adanya Program DEWA MEMBUMI. Karena dengan pariwisata itu sangat luar biasa efek positifnya bagi masyarakat, “ tukasnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Bappeda, Agus Ismail, ST., MT, bahwa sesuai arahan presiden kita membangun dari pinggiran, kita membangun dari desa. Karena tentu saja Desa Wisata ini akan dapat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Garut. Berbeda dengan wisata-wisata buatan yang mungkin hanya dinikmati olek pihak lokal yakni pemilik modal / investor. Tetapi untuk desa wisata akan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“ Dengan adanya aksi dari berbagai sektor atau stakeholder. Kami sangat yakin, karena pembangunan itu tidak bisa dilakukan oleh sendiri. Penanggulangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi merupakan tugas kita bersama untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pelibatan semua stake holder atau pentahelix akan mempermudah pencapaian kesejahteraan masyarakat, menanggulangi kemiskinan. Karena kita memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa, “ terang Agis.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Ekonomi  dan Sumber Daya Alam Bappeda Garut, Alia Maulidiyanti M, STP., MM, menyebutkan pihaknya sudah melakukan penilaian dari pengajuan proposal yang ada dari seluruh desa hingga terpilih 9 desa yang menjadi prioritas pada gelombang pertama pengembangan Desa Wisata.

“ Kita sudah menentukan pemenangnya. Salahsatu yang menjadi andalan atau dasar penilaian yaitu potensi alam yang mereka miliki, yang kedua adalah kelembagaan dan komitmen mereka sampai sejauh mana untuk mengembangkan pariwisata desanya. Dan yang ketiga ialah aksebilitas. ini menjadi salahsatu point penting. Ketika ada satu pariwisata yang akan kita kembangakan. Karena yang menjadi pertimbangan para wisatawan juga terkait dengan aksebilitas, “ terang Alia.

Lanjut dikatakan Alia, kita ingin lebih konsen pada pengembangan-pengembangan Desa Wisata yang sesuai dengan standarnya. Sesuai dengan yang sudah kita tuangkan dalam rencana aksi pengembangan Desa Wisata. Jadi jangan sampai tidak sesuai dengan kaidah-kaidah Desa Wisata.

“ Kita akan bimbing terus sehingga bisa menghasilkan desa wisata yang berkualitas. Sedangkan terkait dengan anggaran, untuk tahun 2022 dianggarkan 5 miliar, itu untuk gelombang pertama bagi 9 desa yang sekarang dan Desa Wisata gelombang kedua yang akan ditentukan berikutnya. Jadi akan ada gelombang kedua terkait dengan penetapan desa-desa wisata yang layak kita danai dan akan kita kembangkan lagi. Untuk pembagian atau alokasi dana tiap desanya itu disesuaikan dengan kajiannya sendiri dan hasil kajian kita.  Artinya menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing berdasarkan hasil kajian, “ tutupnya. (Husni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru