oleh

Lulus Pendidikan dan Wisuda Guru Penggerak, Pengajar Sekaligus Penggiat Anti Narkoba Ini Dapatkan Nilai Amat Baik

HARIANGARUTNEWS.COM – Program Guru Penggerak dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.

Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak Kanak dan Pendidikan Luar Biasa, selama 9 bulan telah menyelenggarakan pendidikan bagi Guru Penggerak.

Berada di pinggiran ujung Selatan wilayah Kabupaten Garut, bukan menjadi soal dan tidak bersemangat mengikuti pendidikan. Demi majunya pendidikan, salah satu peserta Pendidikan Guru Penggerak yang kesehariannya mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Cisewu, Senci Estorina. Ia mengaku bangga dengan perjuangannya selama 9 bulan mengikuti pendidikan Guru Penggerak.

“Sangat bangga dengan perjuangan saya selama sembilan bulan mengikuti pendidikan Guru Penggerak,” ucapnya, Kamis (16/09/2021).

Penggiat Anti Narkoba di DPC PANNA Cisewu ini juga mengaku, untuk menempuh pendidikan Guru Penggerak, penuh dengan perjuangan, suka dan duka. Namun diakhir ia sumringah karena mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dengan hasil ‘Amat Baik’.

“Harus berperang melawan jaringan internet yang jelek ketika lagi gmeet dengan fasilitator atau instruktur bahkan guru pendamping saya,” cetusnya.

Beberapa hari yang lalu, Senci Estorina dan dinyatakan sudah selesai pendidikan dan diwisuda sebagai Guru Penggerak Angkatan 1, yang berjumlah 94 orang di Kabupaten Garut.

“Kalau se Indonesia itu lebih dari duaribu peserta, yang lulus sekitar 1.900. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus dengan mendapatkan nilai ‘Amat Baik,” pungkasnya. (Ndy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru