oleh

Selain Usaha, Anggota Polisi di Garut Ini Jadikan Ternak Lele Miliknya Tempat Rehabilitasi Pelaku Kriminal

HARIANGARUTNEWS.COM – Adalah Bripka Asep Suryana, Kepala Unit Reskrim Polsek Limbangan Garut, yang kini sukses menjadi peternak Lele Sangkuriang di Perum Puri Kulsum Blok Q nomor 24/25 desa Limbangan Timur kecamatan Balubur Limbangan Garut. Selain menjadi ladang usaha, ternak lele nya itu dijadikan tempat rehabilitasi masyarakat pelaku kriminal.

Dikatakan Bripka Asep, sebagai Kanit Reskrim, tentunya ada tanggungjawab moral dalam kehidupan sosial, dengan berbagai cara harus mampu menekan angka kriminalitas. Dalam ternak lele ini selain peluang bisnisnya sangat bagus juga ada nilai disiplin, tanggungjawab.

“ Masyarakat yang terindikasi melakukan kriminal saya coba bina dan dilatih untuk beternak lele disini, agar kehidupannya bisa lebih baik, mendapatkan peluang bisnis dan belajar disiplin serta tanggungjawab. Alhamdulilah ada beberapa yang saat ini sudah berjalan usaha lele nya dan tidak melakukan lagi tindakan kriminal, “ harap Bripka Asep. Kamis (16/09).

Dijelaskannya, usaha ternak lele berawal pada tahun 2013 yang sempat mengalami kegagalan karena efek kualitas air kurang bagus. Tidak berhenti karena gagal, disela kasibukannya sebagai Kepala Unit Reskrim, atas ijin pimpinan, Bripka Asep terus berupaya meningkatkan keilmuannya dengan mengikuti pelatihan ternak lele di kota Bogor. Hingga akhirnya, ternak lele nya kini berkembang pesat hingga hampir tembus pasar internasional.

“ Permintaan pasar untuk lele semakin meningkat, bahkan setelah lele diolah menjadi aneka makanan lainnya seperti keripik, abon, pilus, nugget, dan lainnya jadi bisa tembus pasar internasional. Namun, jangankan untuk melakukan ekspor, untuk menutupi permintaan pasar lokal saja tidak cukup. Makanya saya kembangkan usaha ternak lele ini dengan menjaring masyarakat yang tergabung menjadi beberapa kelompok, “ terangnya.

Secara Teknik, imbuh Bripka Asep, insya allah saya sudah cukup paham, dari pembibitan hingga pembesaran sampai panen itu nyaris angka kematiannya kecil sekali tidak lebih dari 3 %.  Makanya masyarakat yang bermitra atau yang menjadi anggota kelompok, saya beri dulu ilmunya, dilatih dulu segala sesuatunya.

“ Selain dari sisi teknik saya ajarkan, semua yang membeli bibit dari saya selalu dimonitor perkembangannya hingga saat panen pun saya tampung kembali dengan harga diatas rata-rata para bandar,” tegasnya.

Untuk itu, imbuhnya lagi, saya berharap masyarakat khususnya yang menganggur, daripada bingung tidak ada kerjaan, mending kesini berlatih ternak lele. Karena saya masih dikejar target oleh permintaan pasar yang semakin meningkat. Jika masyarakat ada kendala dengan permodalan, mudah-mudahan saja ada program dari pemerintah untuk meningkatkan perekonomian warga dan menekan angka pengangguran di Garut. (Husni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru