oleh

Ingin Capai Belajar Maksimal, Kepala Sekolah dan Guru di Sukaratu Malangbong Garut Intens Laksanakan Daring

HARIANGARUTNEWS.COM – Proses belajar mengajar dimasa pandemi Covid-19, pemerintah pusat dalam. Hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), belum mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka di sekolah. Hal tersebut dilakukan karena, wabah Covid-19 masih merebak bahkan meningkat.

Kebijakan belajar dalam jaringan (daring) atau berbasis online masih menjadi alternatif dilakukan, agar para siswa tetap belajar sesuai tahun ajaran pada tingkatan dan jenjang masing-masing tak terkecuali di Kabupaten Garut. Kebijakan ini diambil untuk mencegah kluster baru penyebaran Covid-19.

Ditemui hariangarutnews.com, salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, kepala sekolah dan para guru yang sedang piket. Saat diwawancarai, kepala sekolah menyebutkan, para guru sedang memberikan tugas-tugas siswa melalui metode BDR dan daring ke masing-masing kelasnya.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukaratu 2, Malangbong, Eti Rohaeti M Pd, menuturkan, bahwa di sekolah yang dipimpinnya, para guru pengajar tidak melaksanakan luar jaringan (luring) tatap muka dengan siswa.

“Di SDN kami tidak dilaksanakan luring, tapi saat ini memang perintah dari atasan untuk diadakan BDR dan daring yang diadakan di sekolah. Jadi guru-guru piket, dan pelaksanaan daring, guru-guru memberikan tugas itu di sekolah,” ujar Eti, Sabtu (16/01/2021).

Setelah satu minggu diberikan tugas oleh guru, lanjut Eti, para siswa memberikan hasil melalui group whatsapp kelas masing-masing. Ini, sambung Eti, sesuai perintah dan arahan dari dinas pendidikan, bahwa tidak boleh ada luring tatap muka dengan siswa.

“Walaupun pada dasarnya pada tahun 2020 lalu, bahwa Januari 2021 akan dilaksanakan tatap muka. Tapi atas dasar masalah Covid-19 makin meningkat, tatap muka belum bisa dilaksanakan dan ini merupakan upaya terbaik dari pemerintah untuk sekolah,” kata Eti Rohaeti.

Untuk piket guru di sekolah, tambah Eti, dalam satu hari ada tiga orang guru piket, tapi kadang-kadang, imbuhnya, kalau ada hal yang penting, semua guru ada di sekolah.

“Kepada orang tua dan para siswa agar bersabar untuk sekolah tatap muka, guru-gurunya juga harap tekun dan bersabar, karena belajar daring yang mungkin banyak kendalanya, karena tidak semua orang tua siswa memiliki handphone android, bisa diarahkan ikut dengan yang memiliki hp. Mudah-mudahan Covid-19 cepat berlalu, karena guru dan siswa sudah rindu untuk belajar tatap muka melaksanakan pembelajaran di sekolah,” pungkasnya. (T Supriatna)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Berita Terbaru