oleh

Tim Koordinasi Sukawening Garut, Gencar Pantau Distribusi Penyaluran Sembako di Semua Agen BPNT

HARIANGARUTNEWS.COM – Tim Koordinasi (Tikor) Kecamatan Sukawening, lakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang distribusikan tiap agen E- Waroeng kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Sukawening.

Gencarnya monitoring ke agen BPNT ini dimulai sejak dilakukan penyaluran hari pertama BPNT Mandiri di agen waroeng Desa Sukamukti. Kegiatan dimulai dari jam 09.00 WIB pagi. Monev dilakukan oleh Kasi Kesra Kecamatan Sukawening, Iwan Setiawan, TKSK, Saepulloh, babinsa dan bhabinkamtibmas juga Satpol-PP kecamatan.

Iwan Setiawan mengatakan, tujuan monev kali ini bersama TKSK, untuk memastikan bahwa program BPNT yang sudah berjalan ini sesuai dengan harapan, tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah dan tepat administrasi untuk menuju masyarakat yang lebih maju serta sejahtera.

Selain itu kata Iwan, monev BPNT ini untuk meninjau kesiapan agen E-Warong di desa-desa sebagai salah satu agen yang di tunjuk bank untuk penyaluran BPNT Mandiri di awal tahun 2021 dan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan program yang sudah berjalan, bisa menjadi lebih baik kedepannya.

“Pedoman Umum atau Pedum tentang tatacara pelaksanaan penyaluran program BPNT sudah diatur oleh Kemensos RI. dalam pelaksanaan dilapangan kami berpegang pada pedoman 6T, yakni, Tepat waktu, Tepat sasaran, Tepat kualitas, Tepat kuantitas, Tepat harga dan Tepat administrasi,” ujar Iwan, Jum’at (15/01/2021).

Walaupun masih ada permasalahan kartu yang masih eror atau saldo masih nol, ini bisa teratasi berkat koordinasi dengan pihak bank dan dilapangan kondusif.

“Mengenai kartu ATM masih di pegang masing-masing oleh KPM dan pada hari monev di Desa Mekarluyu di e-waroeng Mandiri Aden sebanyak 117 KPM, pengambilannya langsung oleh yang bersangkutan atau yang berhak. Semua kartu di pegang KPM, kami sebagai tikor akan terus melakukan monev ke setiap agen-agen yang ada di wilayah Kecamatan Sukawening yang telah di atur, sesuai jadwal yang di berikan untuk pendistribusian ke KPM,” jelasnya.

Lanjut kata Iwan, ia tidak ingin hak KPM tercederai dan ia pun menegaskan, untuk para supplier dan agen yang tidak mematuhi Standar Satuan Harga (SSH) penyaluran BPNT akan dievaluasi. Sebagai tim kordinasi kecamatan, imbuh dia, pada acara monitoring di agen mandiri Aden di Desa Mekarluyu, akan benar-benar menerapkan disiplin dalam penyaluran BPNT, agar yang menjadi hak masyarakat bisa tersalurkan dengan baik.

“Siapapun bisa untuk menjadi agen dan supplier. Namun, jangan mengurangi hak KPM dalam penyalurannya karena yang rugi masyarakat miskin. Saya minta semua komponen yang masuk tikor kecamatan ikut memantau dalam penyaluran BPNT ini,” pungkasnya. (Irwi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru