oleh

DPRD Garut Panggil Kadisdik, Komisi IV : Jika Dipaksakan Membuka Sekolah, Potensi Penularan Covid-19 Sangat Besar

HARIANGARUTNEWS.COM – Proses pembelajaran akan dimulai menunggu intruksi dari Kementrian Pendidikan dan Kebuxayaan RI setelah melalui berbagai proses kajian dan masukan dari berbagai elemen masyarakat.

Demikian kesimpulan hasil rapat Komisi IV dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo Kabupaten Garut di ruang rapat kantor Komisi IV DPRD Garut, Kamis (28/5).

Rapat kerja komisi IV DPRD dan Disdik Garut digelar menyikapi munculnya polemik di masyarakat atas beredarnya Surat Edaran Disdik tentang persiapan pembukaan pembelajaran tatap muka di sekolah sekaligus membahas berbagai masukan aspirasi dari masyarakat, dan mengevaluasi kesiapan Disdik dalam rencana pembelajaran di era new normal.

“Untuk diberlakukannya proses pembelajaran sikap masyarakat terhadap surat edaran Disdik tentang persiapan pembelajaran sekolah terlalu berlebihan, ini wajar karena faktor ketakutan dampak Covid-19. Disdik baru proses persiapan, surat yang beredar untuk konsumsi internal. Biarkan Disdik menginventarisir dan mengkonsolidasi diri atas infra dan suprastruktur pendidikan demi keamanan dan kelancaran proses pembelajaran tatap muka jika nanti diberlakukan.” jelas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Garut Karnoto, S Kep M Si.

Wacana pembukaan pembelajaran mengemuka seiring dengan munculnya opini hidup berdamai dengan Corona serta gagasan tatanan baru WHO tentang aktifitas di era new normal. Karnoto juga menyarankan, sehubungan dengan tahun ajaran baru sesuai kalender akademik yang akan dimulai Juli mendatang agar dilakukan simulasi penerapan protokol kesehatan sebelum sekolah dibuka pada tahun ajaran baru 2020/2021 Juli. Hal ini untuk meminimalisir potensi penularan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di kalangan siswa dan pengajar atau guru.

“Kami meminta wacana pembukaan sekolah perlu pertimbangan matang, mulai dari posisi sekolah di zona Covid-19 seperti apa, protokol kesehatannya bagaimana, hingga sosialisasi dan evaluasi pelaksanaannya di lapangan harus jelas,” ujar Karnoto, Kamis (28/05).

Dia menjelaskan, pembukaan sekolah di masa pandemi merupakan sebuah pertaruhan besar. Apalagi hingga saat ini laju penyebaran Covid-19 baik OTG, ODP, dan PDP di Kabupaten Garut dan sekitarnya masih meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

“Hingga kemarin saja kurva kasus Covid-19 di sejumlah daerah masih menunjukkan peningkatan tajam. Sehingga jika dipaksakan membuka sekolah, maka potensi penularannya di kalangan peserta kegiatan belajar-mengajar akan sangat besar,” bebernya.

Karnoto mengungkapkan, anak-anak usia sekolah sangat rentan tertular covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Jumat, 22 Mei 2020, jumlah anak yang positif Covid-19 mencapai 831 anak atau 4 persen dari jumlah keseluruhan pasien positif covid-19.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan, sebelum pembukaan sekolah pemerintah harus mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, posisi sekolah harus berada di zona hijau Covid-19. Menurutnya, jika sekolah berada di zona hijau boleh saja dibuka kembali. Kedua, harus ada kejelasan protokol Kesehatan.

“Protokol Kesehatan ini di antaranya proses skrining kesehatan bagi guru dan siswa di mana mereka yang mempunyai penyakit kormobid sebaiknya tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar mengajar. Adanya rapid test bagi guru dan siswa sebelum pembukaan sekolah, adanya pengaturan pola duduk di kelas, hingga ketersediaan hand sanitizer serta disinfektan,” tandasnya.

Semua protokol kesehatan tersebut, sambung Karnoto, harus disosialisasikan kepada para orang tua siswa serta dilakukan simulasinya sebelum proses pembukaan sekolah. Untuk diketahui, pemerintah mulai mewacanakan membuka kembali sejumlah aktivitas publik dengan skema kenormalan baru atau new normal. Salah satunya aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang ditutup sampai dinyatakan pada titik aman.

Ditambahkannya, Pemerintah Daerah (Pemda) harus menyiapkan berbagai opsi skema pembukaan sekolah di tahun ajaran baru Juli mendatang. Seperti pembukaan sebagian sekolah dengan semua siswa belajar, pembukaan sebagian sekolah untuk sebagian siswa, hingga semua sekolah dibuka dengan sebagian siswa belajar di rumah. (Gie/YB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru