oleh

Dari PKS untuk Indonesia, KH Thoriq Hidayat Lc : Tentang Kebijakan Prioritas Pencegahan Penyebaran Covid-19

HARIANGARUTNEWS.COM – Berdasarkan Instruksi Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Nomor : 02/D/INT/DPP-PKS/2020. Tentang Prioritas Pencegahan Penyebaran Covid-19 (Corona) dan Bantuan Sosial (Ta’awun). Kebijakan ini berlaku bagi seluruh kader juga simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari seluruh Indonesia, untuk digunakan sebagai Dana Penanganan Covid-19 dari PKS untuk Indonesia.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) KH Thoriq Hidayat Lc, melalui sambungan teleponnya, menjelaskan, bahwa bantuan ini bukan hanya dari anggota legislatif di seluruh Indonesia, tapi juga dari para kader PKS dengan ragam profesinya. Bahkan banyak juga bantuan dalam bentuk jasa yang jika diuangkan pasti nominalnya tidak sedikit.

“Seluruh anggota legislatif, kader juga simpatisan PKS kompak menghibahkan sebagian rejekinya untuk kepentingan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). Himbauan kepada donator sama sekali tidak dipaksakan, semua atas kesadaran masing-masing karena pentingnya peran seluruh elemen, termasuk partai dalam membantu percepatan penanganan Covid-19,” jelasnya, Selasa (26/05).

Lebih lanjut ia memaparkan, sebelum pengumpulan dana ini, PKS terlebih dahulu membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang tugasnya fokus dalam penanganan Covid-19. Selain ke anggota legislatif dan pengurus DPD, Satgas juga mengimbau kepada para kader yang mempunyai kelebihan harta untuk turut menyisihkan rezekinya guna optimalisasi penanganan Covid-19.

Sampai per tanggal 26 Mei 2020, dana Penanganan Covid-19 dari PKS sudah terkumpul sebesar Rp 68.992.126.526,- dari 23 provinsi, termasuk Jawa Barat. Dan bantuan ini dipastikan akan terus bertambah sampai penanganan Covid-19 selesai.Ditambahkannya, di karenakan upaya pemerintah dalam mengendalikan pandemi virus Corona dianggap tidak jelas, di mana kebijakan pemerintah sering saling berlawanan dan berubah-ubah dalam menangani pandemi ini.

“Maka PKS mengambil langkah untuk melakukan dan mengajak seluruh warga untuk ikhtiar mandiri, dengan tetap tertib menjalankan protokol kesehatan, tanpa menyampingkan perhatian kita pada warga terdampak,” pungkasnya. (Bulan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru