oleh

Gegara Statment Ridwan Kamil, Pengurus HIPMI Garut Periksakan Rapid Test Covid-19

HARIANGARUTNEWS.COM – Sebanyak 18 orang pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kabupaten Garut hari ini Jum’at (27/3), memeriksakan diri Rapid Test covid-19 di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) kab. Garut. Pemeriksaan tersebut terkait para pengurus HIPMI Garut merupakan bagian peserta Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang beberapa waktu lalu.

Hasil pemeriksaan Rapid Covid-19, seluruh pengurus HIPMI Garut dinyatakan negatif, sehingga para pengurus merasa puas dan lega. Seperti diutarakan salahsatu pengurus HIPMI Garut, Budi Rahardian, SH dirinya semula was-was karena banyak beredar kalau ia dan pengurus lainnya diisukan terpapar virus covid-19 atau corona setelah menghadiri Musda HIPMI Jabar. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif, ia merasa lega.

“Keluarga dan teman-teman awalnya menghawatirkan keadaan saya, sehingga saya pun secara sikologi terpengaruh ada rasa was-was. Akhirnya kami bersama-sama memeriksakan diri dan ternyata hasilnya negatif”, ujar Budi.

Imbuhnya lagi, semula isu ini diawali dari kejadian bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dinyatakan positif terjangkit covid-19, yang kebetulan bupati Karawang terebut usai menghadiri Musda HIPMI Jawa Barat sebagai tuan rumah. Dari kejadian itu, gubernur Jabar Ridwal Kamil mengutarakan bahwa salahsatu kegiatan Musda HIPMI tersebut merupakan cluster penyebab penyebaran virus covid-19.

“Dari sanalah isu menyebar ke seluruh peserta HIPMI di tiap daerah, bahwa sumber penyebaran virus covid-19 dari peserta Musda. Saya pun sempat di telepun anggota koramil, termasuk dipertanyakan oleh keluarga agar berhati-hati hawatir terjangkit. Akhirnya kami pengurus HIPMI Garut dan pengurus kabupaten/kota lainnya pun turut memeriksakan diri di tempat masing-masing wilayah,” terang Budi.

Kata Budi, pernyataan gubernur tersebut dianggap wajar sebagai kekhawatiran sebagai pimpinan daerah, sehingga kami akhirnya harus memeriksakan diri.

Demikian pula disampaikan pengurus HIPMi Garut lainnya, Hendro Sugiarto,pasca diumumkanya teh Celly dinyatakan poscor, dunia maya auto ramai jadi bahan gosipan baik di lini masa FB, IG, maupun chanel WAG yg saya ikuti menjadi trending topic dengan sebuah diksi “MUSDA HIPMI menjadi Salah satu Cluster penyebaran Covid-19 di Jawa Barat”. Bahkan, salah satu pimpinan daerah langsung menelepon, menanyakan kabar dirinya beserta keluarga, tentu saja pemantiknya berita paska teh Celly dinyatakan poscor.

“Dua hari yang lalu saya resmi menyelesaikan masa menjadi seorang ODP, kenapa? karena saya berada di acara tersebut, malah pernah kontak secara langsung dengan orang yg dinyatakan poscor. Alhamdulillah sampai dengan hari ini masuk hari ke 16 setelah acara MUSDA HIPMI, kondisi saya beserta keluarga tidak bergejala apapun”, ujar Hendro.

 

Seminggu setelah perhelatan MUSDA HIPMI Jabar, lanjutnya, ia di kagetkan oleh sebuah surat yang dilayangkan oleh BPD HIPMI jabar tentang keberadaan kita menjadi seorang ODP dan memberitahukan bahwa beberapa orang yang menghadiri agenda tersebut dinyatakan Poscor. Dalam surat tersebut dihimbau bagi mereka yang menghadiri acara tersebut untuk melakukan social distancing dan self isolated. (Husni/Bulan)**

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru