oleh

Tradisi Nyaneut Semarakan Acara Garut Culture Festival (GCF)

HARIANGARUTNEWS.COM – Tradisi Nyaneut akan semarakan acara Garut Culture Festival (GCF). Nyaneut, merupakan akronim dari nyai haneut atau cai haneut yang artinya air hangat. Tradisi nyaneut ini sudah berlangsung selama ratusan tahun lalu.

Saat ilmuwan Belanda Karel Frederik Hole membuka perkebunan teh di Cigedug dan Bayongbong pada abad 19. Sejak saat itu, kawasan tersebut menjadi penghasil teh berkualitas tinggi dan nyaneut pun menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat Cigedug kabupaten Garut.

Melawan punah tradisi nyaneut, kalimat tegas yang diucapkan Dasep Badrussalam saat dihubungi melalui telepon selulernya pada senin (09/03/2020) kemarin.

Mulai tahun 2014, tradisi nyaneut digagas dengan kemasan acara Festival. Karena sebagai upaya pelestarian budaya yang ada di Garut, nyaneut bukan hanya untuk diterapkan dalam keseharian namun sudah sepantasnya dikedepankan agar dikenal sampai pasar internasional.

“Tradisi nyaneut ini dikenal di masyarakat Sunda khususnya urang Garut. Dari dulu, urang Sunda lebih suka minum teh daripada air putih. Selain sebagai minuman istimewa kala ada tamu berkunjung, mayoritas keluarga di Garut rutin nge-teh ketika pagi dan menjelang malam untuk menghangatkan tubuh dari udara Garut yang dingin namun sejuk,” ujarnya.

Kenikmatan minum teh pun merupakan milik semua orang, imbuh Dasep, tanpa ada batasan kelas sosial, ataupun golongan tertentu. Dari desa hingga ke kota, selain untuk kesehatan juga bisa menjadi peluang untuk mengejar kesuksesan secara kultur maupun perekonomian.

“Diluar agenda tahunan yang biasa diselenggarakan, kali ini saya merasa bangga karena tradisi nyaneut akan menjadi bagian dalam menyemarakan acara Garut Culture Festival (GCF). Salah satu tradisi minum teh dipadukan dengan makanan yang manis, tentu dapat menyuguhkan sajian khas istimewa bagi seluruh tamu dan masyarakat yang hadir nantinya. Apalagi, makanan manisnya itu dodol milik Haji Ato yang sudah tidak diragukan lagi kelezatannya,” ungkap Dasep si penggagas Festival Nyaneut. (Husni/Bulan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru