oleh

Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Potensi Lokal, Komunitas Budaya Aniji Buat Film Pendek

HARIANGARUTNEWS.COM – Komunitas Budaya Aniji, Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut, mulai menunjukkan existensi dan kreativitasnya dalam mengenalkan seni budaya dan potensi lokal melalui media film. Tak tanggung-tanggung, komunitas ini mengajak berbagai komponen untuk mendukung proses pembuatan film pendek berdurasi 42 menit.

“Pembuatan Film Pendek ini dibantu oleh Abang Anton Galuma, Ketua Asosiasi Usaha Daya Tarik Wisata Indonesia (ASUDAWI) Kab. Garut, DJ Productions Pimpinan Dodon Jambul,” kata Evan Saepurohman, Ketua Komunitas Budaya Aniji saat di temui media di sela-sela pembuatan film pendek.

Film pendek ini, lanjutnya, menyampaikan pesan pentingnya keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan mengangkat potensi seni budaya lokal.

Ketua ASUDAWI, Abang Anton Galuma, mengatakan, dirinya bersama Evan Sepurohman, berkeinginan mengembangkan kreativitas dan mempromosikan desa wisata melalui karya nyata, karya berbentuk film pendek berdurasi 42 menit.

Pembuatan film pendek dibantu rekan artis Kang Dodon Jamul DJ Production dan GP Galuma Production. Film pendek ini guna mengangkat kearipan budaya lokal desa wisata. “Alhamdulilah semoga cita-cita dan harapan kita dalam mewujudkan desa wisata Aniji bisa lebih dikenal masyarakat dan dapat segera terwujud. Kami berharap dapat dukungan dari pemerintah setempat umumnya dinas instansi terkait di Kabupaten Garut,” kata Anton.

Tujuan membuat film pendek ini untuk mempromosikan desa wisata, pembuatan film pendek ini tanpa ada dukungan atau sponsor dari pihak lain. Ini merupakan swadaya bersama rekan-rekan yang peduli akan pengembangan wisata di pedesaan. “Semoga dinas terkait di Pemerintahan Garut bisa melirik dan mendukung penuh guna kemajuan desa wisata,” imbuhnya.

Kegiatan kami ini juga sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan dan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Serta mudah-mudahan pemerintah setempat atau perintah desa Bisa mendukung penuh guna menjalankan Uu No. 6 Tahun 2014 Tentang Pembangunan Desa.

Kegiatan ini juga sesuai dengan visi misi Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mencanangkan One Village One Product dan One Village One Company. Jadi di kampung atau desa itu harus mempunyai perusahaan dan mengenalkan prodak yang ada di daerah melalui desa wisata.

“Kami ASUDAWI juga mengajak masyarakat supaya sadar wisata karena dengan wisata inysa Alloh bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dan pemberdayaan masyarakat untuk pengangguran dalam hal ini kami sekali lagi minta dukungan kepada pemerintah agar bisa lebih memperhatikan desa wisata dan sebelas objek pemajuan kebudayaan di Desa Wisata Aniji Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja.

“Mengangkat Potensi Budaya Lokal (Kearifan Lokal)”. Cakupan tema tersebut adalah mengangkat potensi budaya lokal yang tumbuh dan kembang di daerah.

Kusnadi, Ketua Paguyuban Pemuda Pemudi Sucinaraja (P3S) terlihat aktif menjadi bagian dalam pembuatan film pendek tersebut. “Bersama Dodon Jambul, ya saya ikut jadi pemain,” kata Kusnadi yang berperan sebagai lurah dalam film pendek itu.

Kusnadi mengatakan pesan Kamtibmas serta tema kearifan lokal dalam film pendek ini bisa menjadi sebuah kekuatan serta daya tarik tersendiri bagi keragaman budaya yang ada di pedesaan di Kabupaten Garut.

Tema pesan Kamtibmas dan budaya lokal yang diangkat menjadi sebuah karya film pendek yang bisa beragam tergantung inovasi dan kreativitas. Potensi wisata, seni budaya, tata cara atau adat istiadat, perilaku sosial di daerah masing-masing bisa di buat Film Pendek .

“Film itu seni mutakhir yang bisa mengangkat semua aspek, karena banyak hal bisa masuk di dalamnya. Nah para filmmaker harus bisa memanfaatkan potensi itu untuk mengangkat desa wisata di Garut serta bisa memanfaatkan media sosial dalam distribusi hasil film pendek,” kata Kusnadi.

Ditambahkannya, seni budaya serta kearifan lokal di desa wisata ini sebenarnya banyak sekali yang bisa diangkat dan disajikan dalam bentuk film pendek.

Beberapa kearifan lokal bisa dilihat dari potensi desa wisata, dongeng rakyat, hikayat dan legenda yang menjadi tata cara perilaku kehidupan sosial yang tumbuh mempengaruhi adat istiadat, pola serta perilaku. Film pendek komunitas Budaya Aniji ini disutradarai Dodon Jambul serta penulis naskah Asep M. Solihin. (Irwi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru