Kadisdik Garut Santuni Anak SD yang Kecelakaan Akibat Berburu Klakson Telolet

FOKUS801 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Maraknya bunyi klakson “telolet” mengakibatkan, Robi Alamsyah, siswa SDN 3 Cintakarya Kelas 1, tertabrak sepeda motor. Kronologis peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Kampung Babakan Palah, Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Sabtu (08/07/2024) sekitar pukul 14.00 WIB, saat anak-anak sudah pulang sekolah, di sepanjang jalan dipadati kendaraan pribadi dan bus pariwisata.

Kendaraan tersebut banyak yang membunyikan klakson “telolet”. Sontak, bunyi klakson tersebut memancing anak-anak untuk bergerombol ke jalan dan melambaikan tangan ke arah kendaraan yang membunyikan klakson. Bahkan di antara mereka ada yang berjingkrak-jingkrak saking senangnya pada kendaraan besar yang disertai bunyi “telolet”.

Di antara mereka bahkan ada yang tidak sadar berlari ke tengah jalan untuk memberikan salam kepada pengemudi. Diantara kelompok anak-anak tersebut terdapat seorang anak yang tak lain adalah Robi Alamsyah yang hendak menyeberang. Namun saat Robi berada di bahu jalan, tiba-tiba dari arah selatan melaju sebuah motor yang secara tidak sengaja menabrak sehingga terpental dan terjatuh pada aspal jalan.

Robi mengalami luka benturan di beberapa bagian tubuh. Saat itu juga anak tersebut dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit. Belakangan diketahui, anak laki-laki tersebut merupakan putra dari Aktivis Garut yakni Jajang Badaruzaman yang akrab disapa Abah Muda.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin SPd MPd didampingi Kabid SD, Suryana SPd, Korwil Kecamatan Samarang, Ucu Slamet Juanda, dan Pengawas Kepsek SDN 3 Cintakarya, Anita Hasanah, pada Selasa (11/07/ 2024) langsung menengok keluarga Robi Alamsyah. Dalam kesempatan itu, Kadisdik membantu dengan memberikan bantuan uang dan proses pemeriksaan oleh dokter RSUD dr. Slamet Garut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin SPd MPd didampingi Kabid SD, Suryana.

“Kami mengingatkan untuk semua pihak agar tetap melakukan pengawasan terhadap anak baik saat disekolah maupun diluar jam sekolah. Saat diluar jam sekolah merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan bagi para anak-anak dan sangat perlu untuk dilakukan pengawasan,” tandas Kadisdik Garut.

Ia juga mengapresiasi pihak kepolisian yang sudah menindak tegas semua kendaraan khususnya bus yang menggunakan klakson tidak standar atau telolet. Serta merazia knalpot bising dalam upaya penghimbauan dengan cara turun langsung ke sekolah-sekolah dan berbicara di depan para pelajar.

“Kami atas nama Pemkab Garut dan Dinas Pendidikan sangat mendukung program Polri dengan menindaktegas bus yang menggunakan klakson tidak standar atau telolet maupun knalpot brong, dan bertindak cepat dalam mengantisipasi segala kemungkinan kecelakaan,” ungkap Ade Manadin.

Kadisdik memuturkan, kejadian Robi tertabrak motor saat berburu telolet menjadi bukti nyata bahayanya fenomena ini. Anak-anak, kata Ade, belum mampu mengontrol emosi dan melihat potensi bahaya. Mereka hanya terpaku pada kesenangan dan mengabaikan keselamatan.

“Kebiasaan sopir bus yang menuruti permintaan telolet semakin memperparah situasi. Oleh karena itu, klakson basuri ini harus segera ditindakan tegas untuk dilarang digunakan oleh bus-bus demi keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak,” pungkas Kadisdik Garut. (Gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *