Maknai Hari Pahlawan, Ini Kata Mantan Moka Pinilih Remaja dan Dewasa Kabupaten Garut Tahun 2012

FOKUS1,017 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Hari pahlawan nasional menjadi sebuah momen untuk mengingat kembali betapa berat perjuangan atau pengorbanan para pahlawan kita demi memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dari cengkraman penjajah. Tentu tidak sampai di situ, pasti kita ingin mengisi kemerdekaan ini dengan melanjutkan perjuangan dan mewujudkan cita-cita mereka yang berjuang untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Nah pada kesempatan kali ini, untuk memaknai Hari Pahlawan, hariangarutnews.com mencoba berbincang dengan salah seorang mantan Mojang Pinilih Kabupaten Garut Kategori Remaja Tahun 2010 dan Mojang Pinilih Kabupaten Garut Kategori Dewasa Tahun 2012, yakni Putri Khansa Dalilah Syauqiyah Elgabi, S.Ap.

Putri (kebaya hijau) saat terpilih menjadi Mojang Pinilih Kategori Remaja Kabupaten Garut Tahun 2010.

Putri merupakan anak pertama dari pasangan Dra. Anne Hayati, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Kabag Protokol di Sekretariat Daerah Kabupaten Garut dan Jon Safriman, mantan Kabid Pengembangan dan Pencari Bakat di Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Korda Garut. Saat ini Putri aktif sebagai Campaign Manager Freelancer dan Digital Creator di Kota Bandung.

Menurut Putri, pahlawan dimaknai sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran. Secara etimologis ada juga yang memaknai pahlawan berasal dari akar kata pahala, dan berakhiran wan, pahalawan. Pahlawan yang tanpa tanda jasa, kata Ia, pun juga banyak, misalnya orangtua, guru dan para generasi tua yang berjasa kepada generasi penerusnya.

“Artinya, mereka pantas memperoleh pahala karena jasa-jasanya bagi perjuangan menegakkan kebenaran. Maka menjadi pahlawan adalah hal yang memungkinkan bagi seseorang, bahkan siapa pun yang berjuang dalam membela kebenaran bisa menempati posisi sebagai seorang pahlawan,” beber putri.

Putri bersama sang Ayah saat menyabet Mojang Pinilih Kategori Dewasa Kabupaten Garut Tahun 2012.

Pahlawan, sambung Putri, adalah gelar untuk orang yang dianggap berjasa terhadap orang banyak dan berjuang dalam mempertahankan kebenaran. Dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan, seseorang dijuluki pahlawan karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan negara dan bangsa ini untuk memperoleh kemerdekaannya. Seorang pahlawan berjuang karena mencintai negeri dan tanah tumpah darahnya (hubb al-wathan min al-iman).

“Sesungguhnya para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, dari segala bentuk penjajahan, baik yang kita ketahui maupun yang tidak, mereka hidup di hati kita. Jadi, sebetulnya pahlawan itu tidak pernah mati, karena jasa-jasanya selalu dikenang oleh orang banyak. Kebaikannya selalu tertabur dalam jiwa umat, sehingga tak pernah sirna untuk dikenang dan didoakan arwahnya setiap saat. Meskipun secara lahiriyah sudah tiada, namun secara hakiki belum, ia mati tetapi hidup,” ungkapnya.

Bersama ayah, Jon Safriman, usai sukses membawa baki bendera pusaka pada peringatan HUT Kemerdekaan RI Tahun 2010 silam.

Dengan demikian, lanjut Putri, arti pahlawan saat ini adalah setiap orang, apa pun status dan kedudukannya, yang memiliki niat benar, mau berbuat benar dan mencintai kebenaran untuk menghasilkan prestasi sesuai dengan potensi yang dimiliki, sehingga memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

“Pahlawan saat ini haruslah sosok pemuda yang bisa mengisi kemerdekaan dengan kreasi dan inovasi. Spirit Pahlawan Nasional zaman now ya mengisi kemerdekaan. Buat saya, orang kreatif dan inovatif juga pahlawan. Nah, tentu akan sangat berarti kalau pemuda jaman sekarang memiliki jiwa semangat kepahlawanan. Lalu seberapa besarkah jiwa pahlawan itu meresap di hati pemuda era digital sekarang ini?
Pahlawan kita yang berjuang telah mencatat sejarah, hingga kemerdekaan yang kita nikmati hari ini. Kita sebagai generasi muda diharapkan bisa mengilhami dan punya semangat juang yang sama. Banyak cara yang bisa kita lakukan dan memotivasi guna mencetak banyak sejarah dengan prestasi untuk generasi ke depannya,” pungkas Putri yang juga mantan pembawa baki bendera pusaka pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2010 tersebut. (Igie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *