Sang Kakek Menjadi Duta Besar RI untuk Argentina, Calon Legislator DPRD Provinsi Jabar Asal Garut Ini Akui Diego Maradona Sering Makan Malam Dirumahnya

FOKUS1,285 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Ada cerita yang luar biasa yang tertanam dalam fenomena olahraga ini, karena ternyata ada banyak pemain sepakbola yang dulunya sempat miskin sebelum akhirnya merasakan puncak karir terbaik mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra, M. Gabriel Ibrahim Ronodipuro, disela-sela acara eksebisi para pemain Legenda Persib Bandung ke Kecamatan Sukawening.

Sepak bola, kata Abel sapaan akrab, adalah permainan yang merakyat dan tentunya memiliki banyak sekali penggemar di seluruh pelosok Dunia. Banyak klub-klub papan atas Dunia yang telah melahirkan pemain-pemain terbaik Dunia. Beberapa diantaranya ialah, Pelle dari Brazil, Maradona dari Argentina.

Ketua Umum Askab PSSI Garut, H. Amar Komarudin S.Pd.I MM, bersama Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Gabriel Ibrahim Ronodipuro saat mendampingi Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zauhari, Dr. KH. Jujun Junaedi, menerima lawatan eksebisi para pemain Persib Bandung Legend.

“Kemiskinan bisa menjadi motivator yang hebat, meski itu memang tragis. Sepak bola telah lama menjadi kendaraan bagi yang kurang mampu untuk memperbaiki keadaan keuangan mereka, tidak lebih dari pada saat ini, situasi permainan yang menguntungkan. Keindahan sejati dari masalah ini terletak tidak hanya karena keberhasilan mereka dapat meningkat popularitas mereka sendiri, namun keluarga mereka pun akan ikut terangkat, disamping itu, ribuan penggemar dapat bersenang-senang dan mendapatkan kesenangan dari prestasi mereka,” terang Abel kepada hariangarutnews.com, Selasa (23/05/2023).

Menantu dari penceramah kondang yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zauhari, Dr. KH. Jujun Junaedi, ini bercerita, saat kakeknya menjadi Duta Besar RI untuk Argentina, orangtuanya ikut serta menetap disana. Ayah Abel suka bercerita sering kedatangan Maradona ke rumahnya dan makan malam disana. Sementara tempat tinggal Maradona memilki rumah yang sempit untuk berbagi dengan saudaranya yang lain.

“Kata ayah, mendiang Diego Maradona saat masih bermain di klub Boca Junior suka datang dan makan malam di rumah dinas kakek. Sepertinya kebanyakan anak-anak Amerika Latin, Maradona kerap bermain bola di jalanan. Di jalanan inilah Ia pertama kali di temukan dan diawasi oleh seorang pencari bakat, yang membawanya, sekaligus menjadikannya salah satu talenta muda terbaik. Saat usia 8 tahun Maradona sudah bergabung dengan dengan tim “Las Cebolitas” atau anak bawang,” kenang Abel mengingat kembali kisah yang diceritakan ayahnya.

Dia melanjutkan, Maradona saat bermain di Las Cebolitas berhasil memenangkan 136 pertandingan hingga kejuaraan nasional. Di kontrak Argentina Jr pada usia 14 tahun, ketika usia 16 tahun, kata Abel, pemain yang kelak menyandang “Gol Tangan Tuhan” ini sudah bermain di Divisi 1. Saat Maradona kecil, imbuhnya, orangtuanya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Rumah Maradona Kecil, tidak ada air PAM. Ia sering disuruh ibunya mengambil air sumur yang ada di kampunya untuk keperluan mandi dan mencuci. Kata Ayah, Maradona hanya punya sepasang sepatu yang digunakan untuk sekolah dan bermain bola. Kisah Maradona hampir mirip dengan Pele, sama-sama berangkat dari keluarga tidak mampu. Bahkan Pele pernah membuat bola sendiri dari buah jeruk yang dibungkus dengan kaos kaki bekas dan kertas koran,” ujar Abel.

Intinya, sambung Abel, kedua pesepak bola hebat itu berasal dan datang dari keluarga kurang mampu. Namun dari mimpi yang mereka sendiri anggap sangat mustahil, dengan semangat dan kerja kerasnya itu, akhirnya Maradona dan Pele menikmati puncak karir terbaik dalam hidupnya, baik di Amerika, Erofa dan Dunia. (Igie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *