Ketua Umum Askab PSSI Hadiri Pembukaan Turnamen Sepakbola Piala Kadisdik, Jimar : SSB Pratama Putra Bisa Jadi Alternatif Mengasah Talenta Pesepakbola di Garut Timur

FOKUS86 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Ketua Umum Asossiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Garut, H. Amar Komarudin, S.Pd.I., MM, menyampaikan Inpres No. 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional nantinya akan menjadi tulang punggung pembinaan pemain sepakbola usia muda di Indonesia.

Hal itu disampaikan Jimar, sapaan akrab Ketum Askab PSSI Garut, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan turnamen sepakbola Liga Pelajar Piala Kadisdik Tahun 2023 di Lapangan Trikarya Kecamatan Sukawening, Minggu (21/05/2023). Ia menyebut, salah satu hal yang menjadi perhatian penuh dalam Inpres ini adalah melakukan pembinaan usia dini dan usia muda secara berjenjang

“Turnamen Sepakbola Piala Kadisdik ini menjadi momentum dan langkah awal dalam pembinaan di usia dini, dalam mencapai prestasi harus ada pembinaan dari sekarang dan harus ada Kolaborasi yang baik dengan semua pihak, pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Media Harian Garut News dan SSB Pratama Putra atas kolaborasinya dalam terlaksananya kegiatan ini,” ungkap Jimar.

Ketua Umum Askab PSSI Garut menuturkan, pembinaan sepak bola usia dini ini juga bukan cuma sekadar memberikan kesempatan untuk membangun SSB (Sekolah Sepak Bola), tapi syarat dan prasyaratnya juga harus jelas, termasuk syarat pendirian, perekrutan pelatih, dan lainnya.

“Pendidikan sepak bola untuk usia dini bukan sekadar pengenalan teknik dan fisik, juga terkait dengan pengembangan intelegensi dan kepribadian. Itu sebabnya, bila ingin mencetak pemain cerdas, butuh pelatih yang juga memiliki kecerdasan dalam mengajar dan mendidik. Ketika sepakbola diposisikan sebagai sekolah kehidupan, maka kurikulum sepak bola usia muda paling tidak harus mengandung pilar-pilar pembinaan yang bukan hanya mengajarkan ketrampilan bermain sepak bola saja. Anak-anak harus teredukasi tentang nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, disiplin, ┬árespek dan kerja keras,” bebernya.

Jimar menegaskan, pembinaan sepak bola usia dini menjadi prioritas pada periode kepemimpinannya karena hal itu merupakan kunci regenerasi sepak bola berprestasi.

“Tanpa ada regenerasi dan pembinaan terhadap sepak bola usia dini maka sulit untuk melahirkan para talenta yang siap memperkuat timnas senior di masa depan. Pencapaian yang telah diraih tim nasional U-22 di Sea Games kemarin menjadi indikator mulai berjalannya pembinaan usia dini yang dilakukan PSSI,” tandasnya.

Untuk membuahkan pembinaan pemain usia dini mampu berprestasi, kata dia, harus melibatkan banyak pihak, dan semakin menjamurnya sekolah sepak bola yang ada di berbagai tempat di Kabupaten Garut patut diapresiasi.

“Salah satu contohnya SSB Pratama Putra yang ada di wilayah Garut Timur ini, dari sekolah bola inilah nantinya bisa lahir para pemain hebat. Pesepakboal usia dini yang ada di Kecamatan Sukawening, Karang Tengah dan Pangatikan bisa bergabung dengan SSB Pratama Putra. Di sini mereka tidak hanya diasah kemampuan skill bermain bola saja tapi juga membentuk karakter dan mental menjadi pemain handal yang berbudi luhur,” pungkas Ketum Askab PSSI Garut. (Igie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *