oleh

Seminar Peran Umat Islam dalam Kemerdekaan, Karnoto : Jangan Melupakan Sejarah

HARIANGARUTNEWS.COM – Memaknai 77 tahun Indonesia merdeka, PC Pemuda Persis Cibatu selenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Peran Umat Islam dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia”. Bertempat di masjid kampus PPI 81 Cikarag Cibatu.

Hadir sebagai pembicara KH Teten Romly Q, MA (MUI Pusat), Karnoto SKep MSi (Syarikat Islam), H Imron Abdul Razak MSi (PW NU Jabar), Dedi Jamaludin SHI (PP Persis). Seminar juga dihadiri ratusan tokoh dari berbagai ormas Islam, tokoh masyarakat, aparatur pemerintah, para guru dan siswa sekolah setempat.

Acara seminar yang diselenggarakan pada Minggu (14/08/2022) diawali dengan Keynote speech oleh Bupati Garut yang diwakili Kepala Kesbangpol.

“Kemerdekaan Indonesia tidak bisa terlepas dari peran umat Islam, ada sederet nama para ulama, santri dan tokoh Islam yang dengan gigihnya telah berjuang memerdekakan Indonesia dari tangan penjajah,” jelas Kepala Kesbangpol Drs. H. Nurodin MSi.

Semetara itu, menjadi pembicara pertama, Karnoto, S. Kep, paparkan sejarah perjuangan bangsa, “Ingatlah pesan Bung Karno ‘Jasmerah’.

“Jangan sekali kali melupakan sejarah. Sebuah realitas bahwa umur umat jauh lebih tua dari umur negara. Dan umat Islam lah pemilik saham terbesar yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945,” papar Karnoto yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Garut.

Lebih lanjut Karnoto memaparkan, kiprah para tokoh Islam yang tampil dalam panggung sejarah, yakni para ulama yang berasal dari ormas-ormas dan Kesultanan Islam seperti HOS Cokroaminoto, KH Agus Salim, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, KH Muh. Natsir, Cut nyak Dien, Kihajar Dewantara, Sultan Hasanuddin dan lain-lain.

“Melalui seminar ini mari kita Galang persatuan umat. Mari satukan gerak langkah dan pemikiran. Cerita sukses Masyumi masa lalu harus kembali hadir di tengah kita hari ini dalam mengisi Kemerdekaan. Dan terima kasih PC Pemuda Persis Cibatu sudah menghimpun tokoh NU, Persis, Syarikat Islam dan MUI dalam seminar hari ini. Ini adalah awal yang baik bagi perjuangan Islam dan Indonesia kedepan,” jelas Karnoto.

Masih dalam seminar, sesi diskusi tanya jawab audien pertanyakan tentang kenapa umat Islam selalu hanya menjadi pendorong mobil mogok, umat Islam yang berjuang tapi orang lain yang menikmatinya.

Hal ini dijawab pembicara, KH Teten Romly yang menyebutkan pentingnya belajar sejarah. Menurutnya, perbedaan pemikiran yang tajam dikalangan ulama yang berujung perpecahan harus segera diakhiri.

“Dulu Islam pernah berjaya memenangi Pemilu saat bersatu dalam Masyumi. Namun saat Masyumi pecah, dan ulama berjuang dengan bendera masing-masing. Hingga hari ini peran umat Islam termarjinalkan. Oleh karena itu hari ini MUI Pusat berupaya terus mempersatukan kembali para tokoh Islam,” terang Teten Romly. (YB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru