Kompetisi Liga Desa Pecahkan Rekor Dunia, Ini Kata Askab PSSI Garut

FOKUS, PERSIB2,809 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Ditengah kesibukannya selaku Aparat Penegak Hukum (APH), sosok H Amirudin Latif yang saat ini menjabat Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Banjarwangi Polres Garut, dirinya pun mengabdikan diri dalam dunia persepakbolaan di Kabupaten Garut selaku Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI).

Namun disisi lain, ditengah kesibukan kegiatan selaku Kapolsek dan Ketua Askab PSSI Garut, tanggungjawabnya selaku kepala rumah tangga dan suami, ia tetap setia berada mendampingi sang istri tercinta yang sedang diderita sakit.

Pukul 00.00 WIB, di RSU dr Slamet Garut, dalam kesunyian malam, Amirudin Latif nampak sedang menunggu sang istri tercinta yang tergeletak tak berdaya karena sakit, karena menurutnya sebagai kepala keluarga sudah seharusnya tetap fokus memikirkan keluarga.

Namun kata Amir, tanggung jawab lain sebagai Ketua PSSI Kabupaten Garut tetap saja dirinya tidak lepas untuk memikirkan Sepak Bola. Apalagi lanjut Amir, sudah bergulir Liga Desa Piala Tiga Pilar yang diikuti oleh 218 peserta dan dibagi menjadi 8 zona.

“Sebuah kompetisi yang luar biasa dan tidak biasa, dimana jumlah peserta tersebut bisa memecahkan rekor dunia dengan jumlah peserta terbanyak pada sebuah kompetisi yang digelar oleh organisasi resmi yaitu PSSI,” ujar Ketua Askab PSSI Garut, Amirudin Latif, Kamis (12/05/2022).

Masih kata Ketua Askab PSSI Garut, kadang ada kehawatiran mengingat iklim sepak bola di Garut masih sering terjadi keributan. Namun besar harapan dengan niat yang tulus untuk menggairahkan minat pembinaan di seluruh pelosok desa.

“Ketika iklim sepak bola baik, maka kedepan akan lahir pemain-pemain hebat dari setiap penjuru desa di Garut. Tentunya ini butuh kesadaran kita bersama baik para tokoh masyarakat pemain suporter dan juga para tokoh sepak Bola,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan Amir, disadari PSSI Garut, bahwa kompetisi ini masih ada kekurangan bahkan fitnahan, dan ini perlu masukan, kritik dan saran. Karena sepak bola adalah bidang dimana orang merasa paling tahu, walau sebenarnya pengetahuan sedikit. Sehingga banyak orang yang lebih memilih sebagai pengkritik dari pada pelaku.

“Ketika kita paham akan setiap regulasi terbaru dan statuta InsyaAlloh pertandingan akan menjadi tontonan yang menghibur dan dinikmati oleh semuanya, baik pemain, suporter dan semua yang ada dilapangan.

Amir mengungkapkan, ada gairah tersendiri dari manfaat liga desa piala Tiga Pilar, dimana masyarakatnya tumbuh sehat, ekonomi lokalpun bergairah dari para pengusaha konfeksi lokal. Para pedagang lokal di 8 zona yang menjadi tuan rumah, para pemuda yang menyiapkan lahan parkir bahkan sampai ke ranah politik. Dimana para tokoh politik juga ikut berkontribusi kepada desa yang bermain ataupun nongol di zona zona yang ada sekedar silaturahmi atau mencari dukungan kedepan.

Tapi bagi PSSI sendiri, tentunya proses pembinaan kedepan harus berjalan sampai ke pelosok desa sehingga 2 atau 3 tahun kedepan akan merasakan manfaat dengan bermunculan pemain pemain bagus dari pelosok desa yang ada di Kabupaten Garut. Sehingga Garut tidak akan kekurangan pemain dan bisa menyumbang pemain di kancah Nasional.

“Setiap kritik dan saran akan menjadi perbaikan kedepan. Dan bersatunya Tiga Pilar di Desa yaitu kepala desa, babinkamtibmas dan babinsa tentunya akan sangat membantu jalanya kompetisi ini menjadi aman dan benar-benar menjadi hiburan. Semoga kompetisi Liga Desa Piala Tiga Pilar Berjalan dengan lancar disemua zona sukses tanpa ekses,” harapnya.

Ini juga, sambung Amir, bisa menjadi contoh untuk kabupaten lain, sehingga bisa mempertandingkan antar juara Jawa Barat bahkan di berkelanjutan antar propinsi nantinya. Mungkin hanya hayalan tapi bisa menjadi kenyataan kedepan.

“Terimakasih yang sebesar besarnya kepada seluruh panitia di 8 zona yang sudah bekerja luar biasa untuk mensukseskan liga desa. Juga untuk Bupati Garut yang sudah suport luar biasa, terselenggaranya liga desa, bapak Kapolres Garut dan Dandim 0611 Garut, yang sudah memberi izin dan suport keamanan pada setiap pertandingan di 8 zona yang ada. Kekompakan Tiga Pilar ditingkat kabupaten membawa dampak positif ke tiga pilar di tingkat kecamatan dan tingkat Desa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *