oleh

Disnakertrans Garut Gelar Workshop Gentra Karya, Strategi Kolaborasi Penurunan Angka Pengangguran

HARIANGARUTNEWS.COM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, gelar Workshop strategi dan kolaborasi dalam rangka penurunan angka pengangguran melalui Gerakan Tenaga Kerja Berkarya (Gentra Karya) di Kabupaten Garut (Kolaborasi Pentahelix). Acara berlangsung di aula Hotel Harmoni, Jalan Raya Baru Cipanas, Tarogong Kaler, Selasa (14/09/2021).

Kepala Disnakertrans bersama Bupati Garut H Rudy Gunawan

Bupati Garut, H Rudy Gunawan, yang hadir dalam acara, dirinya sangat menyambut baik gelar workshop yang diinisiasi Disnakertrans tersebut.

“Saya menyambut, dengan sangat luar biasa atas satu gerakan perubahan dalam rangka meningkatkan investasi dan lapangan pekerjaan yaitu ‘Gentra Karya, Gerakan Tenaga Kerja Berkarya,” ujar Rudy.

Rudy menyampaikan, di Kabupaten Garut, ini (Gentra Karya) akan terus menjadi gerakan dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, penurunan angka pengangguran, meningkatkan investasi dan tentu dengan Pentahelix.

“Kerjasama dengan perguruan tinggi, pengusaha, pemerintah dan pers. Ini akan menjadi bagian dalam rangka Gentra Karya, upaya menurunkan angka pengangguran, meningkatkan pendapatan perkavita dan investasi,” tandas Bupati Garut.

Kepala Disnakertrans Garut, Erna Sugiharti SE MM

Sementara, Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Erna Sugiharti SE MM, usai acara mengatakan, hal ini merupakan satu trobosan dari Dinas Tenaga Kerja.

“Kebetulan saya sendiri sedang mengikuti Diklatpim dua yang diselenggarakan oleh LAN. Jadi, saya mempertimbangkan dengan urusan kita di ketenagakerjaan dan transmigrasi. Tenaga kerja di Kabupaten Garut ini, untuk pengangguran terbuka di Garut ini cukup tinggi, apalagi ditambah dengan masalah pandemi Covid-19,” papar Erna.

Lebih lanjut dijelaskan Erna, di Rencana Strategis (Renstra), Disnakertrans ini diamanahkan untuk bisa menurunkan angka pengangguran dari 8,9 menjadi 6,91. Sehingga dalam hal ini, kalau menyelesaikan pengangguran ini hanya oleh Disnakertrans sendiri itu mustahil, karena pengangguran semakin hari bukan menurun. Dengan adanya angkatan sekolah, angkatan kerja pengangguran ini semakin terbuka. Kemudian juga, lapangan pekerjaan di Kabupaten Garut sendiri sangat terbatas.

“Bagaimana caranya Gentra Karya ini masuk ke dalam program, bagaimana memanggil dengan tagline Gentra Karya ini yang diambil dari bahasa Sunda, ini supaya lebih familiar kepada masyarakat. Bahwa Gentra Karya ini memanggil semua unsur masyarakat dan stakeholder, untuk bisa berbuat, bekerja atau berkarya,” bebernya.

Ditambahkan Kadisnakertrans Garut, kalau mereka berkarya baik secara formal atau informal, bekerja di perusahaan atau non faktur industri, ataupun berkarya mempunyai wirausaha dan kemudian bisa membuka lapangan kerja.

“Walaupun hanya satu atau dua orang, tpi mereka berkarya dan punya pendapatan. Sehingga angka kemiskinan pun bisa ditekan,” ungkapnya.

Kolaborasi ini, imbuh Erna, butuh dan sebetulny banyak stakeholder yang terlibat. Namun kata dia, yang hari ini diundang dalam workshop ada 73 orang.

“Ada dari akademisi, komunitas, dari bisnis perusahaan-perusahaan, media dan juga pemerintah. Ini merupakan kolaborasi Pentahelix,” pungkasnya. (Ndy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru