oleh

Warga Cimaragas Pangatikan Garut Resah Tak Pasti Jaminan Hidup, Ini Penjelasan Bupati

HARIANGARUTNEWS.COM – Pasca ditemukannya pasien terpapar positif Corona, kluster pesantren di Pospes Cipari, Desa Sukarasa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, yang mencapai total 114 orang hingga saat ini. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, berlakukan Pembatatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di dua wilayah, yakni Desa Sukarasa dan Cimaragas.

Tokoh Pemuda di Desa Cimaragas, yang juga sebagai anggota BPD, menuturkan, bahwa posisi wilayahnya sangat berdekatan dengan Ponpes yang saat ini santrinya terpapar dan ada warganya menjadi tenaga pengajar, sudah dilakukan swab, namun belum dilakukan isolasi mandiri.

“Mereka belum isolasi karena tidak memiliki kepastian untuk jaminan hidup (jadup)-nya dari pemerintah daerah,” ujar Ahmad, Senin (26/10/2020).

Ahmad meminta kepada pemerintah daerah untuk segera turun langsung, karena diwilayahnya, para santri kerap berinteraksi dengan masyarakat. Ia khawatir warga akan terpapar juga.

Sementara, Bupati Garut H Rudy Gunawan, usai memimpin rapat bersama SKPD, di gedung Pendopo, Senin (26/10/2020), memastikan bahwa penanganan pasien sudah dibawa ke klinik Medina. Warga yang terdampak dari PSBM, akan diberikan bantuan jaminan hidup.

“Warga terdampak diberikan bantuan untuk tujuh hari kedepan, lauk pauk, seharga 350 ribu, beras dan apa-apa yang lainnya. Untuk santri-santrinya yang tidak positif, dikarantina dulu selama tujuh hari, baru setelah itu bisa dipulangkan,” kata Bupati Garut. (Ndy-Irwi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru