oleh

Wakil Bupati Garut, Hadiri Bhaksos Khitanan Massal Alumni-1993 SMPN 1 Cilawu

HARIANGARUTNEWS.COM – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman, hadiri acara momentum ke-27 Tepang Sono Angkatan 1993, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cilawu, Kabupaten Garut, gelar bhakti sosial (Bhaksos) khitanan massal, dilingkungan sekolah tersebut, pada Minggu (27/09).

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Ade Muhammad Reza, saat dilokasi kegiatan, mengungkapkan kegembiraannya bisa berbagi dalam kegiatan bhakti sosial, yakni kegiatan khitanan masal yang diikuti 14 peserta.

“Ini merupakan bagian kegiatan tepang sono yang seyogyanya akan dilaksanakan bertepatan dengan hari ini juga namun takdir dari Allah SWT, juga kita harus menjaga kondusifitas dalam keadaan pandemi covid 19, sehingga kegiatan tepang sono kita cancel dan kita tunda dan kemungkinan akan dilaksanakan seandainya situasi sudah kondusif,” ujar Reza.

Dikatakan Reza, kegiatan bhakti sosial tersebut diinisiasi oleh rekan-rekan Alumni 1993 yang merupakan almamater SMPN 1 Cilawu dan mempersiapkan kegiatan sejak bulan Februari 2020. Rencananya, sambung Reza, akan dilaksanakan tanggal 27 Mei, namun karena kondisi tidak memungkinkan, baru bisa terlaksana saat ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman yang telah hadir beserta rombongan. Kami tidak menyangka bahwa beliau akan hadir di tempat ini yang di gagas sesederhana. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta khitan yang telah hadir sesuai dengan yang kami verifikasi sebelumnya. Mudah-mudahan dari acara khitan ini anak-anak tumbuh sehat kembang dan jadi anak sholeh,” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman, menyampaikan apresiasi atas kegiatan bhakti sosial yang diselenggarakan. Namun, Helmi juga menyampaikan himbauannya terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Garut untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Ternyata, Covid-19 makin lama bukan makin turun atau sedikit, tetapi makin banyak dan tentu diprediksi peningkatan ini akan terus berlanjut sampai ada penemuan vaksin covid 19,” papar Helmi.

Mengenai adanya vaksin, kata Helmi, ini masih kontroversi, ada yang menyebutkan awal 2021 ada juga yang menyampaikan tahun 2024.

“Tentu ini merupakan upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah dan yang dilakukan oleh kita ialah menjaga protokol kesehatan. Kita doakan anak-anak kita menjadi anak yang sholeh,” pungkas Helmi. (YB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru