oleh

Viral di Jagat Maya, Aktivis Perempuan Asal Bayongbong Garut Ini Harus Menunda Hasratnya Mengasuh Dua Anak Yatim Piatu

HARIANGARUTNEWS.COM – Garut, sama dengan daerah lainnya, saat ini sedang diserang wabah corona. Dampaknya sangat dirasakan pada semua sendi kehidupan. Berbarengan dengan itu, sebuah keluarga baru saja akan mengadopsi dua orang kakak beradik. Kisah ini tersebar luas di jagat maya, foto dua bocah ini pun jadi viral di media sosial. Dukungan dan simpati membanjiri laman komentar para akun-akun Facebook dan WahtsApp yang mengunggah kisah dua bocah ini, Rabu (03/06).

Adalah keluarga Tati Nuryati (44) dan Dadi Supriadi (46) warga Kampung Goler RT02/01 Desa Hegarmanah, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, yang merasa prihatin setelah mendapat informasi dari media sosial terkait adanya dua anak kecil yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya.

Setelah mengetahui alamat kedua bocah dari media sosial tadi, Tati didampingi Ketua Karang Taruna Kecamatan Cisurupan, Ricky Saeful Rohman, langsung bergegas menuju Kampung Sukahaji RT01/04, Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan tempat dimana kedua anak tersebut tinggal bersama neneknya yang sakit-sakitan.

Postingan yang viral di media sosial facebook dan whatsApp.

Namun setelah bertemu dan berbincang dengan pihak keluarga dan pengurus setempat, niat mulia Humas Penggiat Anti Narkoba dari DPD PANNA Kabupaten Garut yang juga Aktivis Perempuan asal Kecamatan Bayongbong tersebut harus tertunda. Pasalnya, seperti yang disampaikan Tati, bahwa Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat sudah koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dinas Sosial Kabupaten Garut.

“Awalnya saya membaca postingan di salah satu facebook dan viral di group WhatsApp, saya merasa prihatin tentang anak tersebut dan berencana untuk menjadi orang tua angkat mereka. Namun setelah mendapat keterangan dari pihak keluarga dan pemerintah desa disini, keinginan saya sementara tertahan. Katanya besok Bapak dan Ibu Bupati juga dari Dinas Sosial akan datang kesini, syukurlah,” ungkap Tati Nuryati, Rabu (03/06).

Rama dan Sinta, kakak beradik yang kini menjadi anak yatim piatu akan menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Garut.

Tati menambahkan, ia berharap setidaknya apa yang dia lakukan bisa menginspirasi keluarga lain untuk mengadopsi anak jika memungkinkan. Menurut Tati, ketika orang lain juga melakukan hal itu, maka banyak anak-anak di dunia yang sedikit lebih bahagia dalam hidupnya.

“Tadi sebelum kesini, saya telpon suami dan menceritakan maksud untuk mengadopsi Sinta dan Rama. Suamipun setuju dan mengatakan bahagia bahwa bisa mengadopsi anak Yatim Piatu bisa jadi berita yang membahagiakan. Orang-orang menyukai momen indah yang terjadi bersamaan dengan banyaknya warga yang gelisah dengan kondisi saat ini,” ujar Tati yang sudah dikaruniai 3 orang anak dan 1 cucu ini.

Pantauan hariangarutnews.com, kedua anak tersebut bernama Sinta Supiani (9) dan Rama Supiandi (7) anak dari pasangan (Alm) Suhendar dan (Almh) Sopiah yang baru saja meninggal karena sakit. Sepeninggal orang tuanya, Sinta dan Rama tinggal bersama kakek dan neneknya yang juga sering sakit-sakitan. Kedua anak tersebut viral di media sosial setelah diposting oleh salah satu akun di Group Facebook dan WhatssApp dan meminta kepada masyarakat yang berkenan mengurusnya. (Ricky/TN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru