oleh

Gugus Tugas Covid-19 Garut Lakukan Tracking dan Tracing ke Wilayah Terbaru Positif Corona

HARIANGARUTNEWS.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Garut, sampaikan perkembangan kasus di Kabupaten Garut sampai dengan hari Selasa 19 Mei 2020 Pukul 17.00 WIB. Djmana, dari upaya preventif yang dilakukan, dengan mengefektifkan kegiatan di 22 titik cek point dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pada pelaku-pelaku perjalanan.

“Alhamdulillah ada kabar baik bahwa pada hari ini terdapat 6 orang KC yang sembuh, berdasarkan hasil RT – PCR, negatif dua kali berturut-turut,” ujar Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut, H Muksin S Sos M Si, Selasa (19/05).

Muksin menjelaskan, keenam orang yang di nyatakan sembuh tersebut, yakni KC-01, laki-laki, 57 tahun, Kecamatan Wanaraja. KC-06, laki-laki, 42 tahun, Kecamatan Cikajang. KC-07, perempuan, 46 tahun, Kecamatan Garut Kota. KC-08, laki-laki, 40 tahun, Kecamatan Tarogong Kaler. KC-09, laki-laki, 31 tahun, Kecamatan Tarogong Kaler dan KC-10, anak laki-laki, 2 tahun, Kecamatan Cibatu.

“Ke enam orang ini sudah dipulangkan dari RSUD dr Slamet, tetapi harus melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan dengan menerapkan PHBS, pakai masker, jaga jarak (physical distancing),” tandasnya.

Lanjut dikatakan Humas Covid-19 Garut, terdapat penambahan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 4 orang dan PDP sebanyak 2 orang, sehingga Total kasus Covid-19, terdiri dari Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Konfirmasi Positif, sampai hari ini sebanyak 3372 kasus.

“Konfirmasi Positif ada 13 kasus, terdiri dari dua dalam perawatan di rumah sakit, 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 8 kasus dinyatakan sembuh, dan 2 kasus meninggal,” bebernya.

Ditambahkannya, tim subdivisi pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut sudah mengadakan tracking dan tracing OTG ke Kecamatan Selaawi, Banyuresmi, Tarogong Kaler dan Tarogong Kidul untuk melacak kontak erat, penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan Rapid Test dan pengambilan swab, pungkasnya. (Ndy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru