oleh

Di Sucinaraja Garut, Rumah KPM PKH dan BPNT Dilabel Keluarga Miskin

HARIANGARUTNEWS.COM – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, melakukan labelisasi “Keluarga Miskin” pada 20 rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), di Kampung Sadang Rukun Warga (RW) 02 Desa Sadang, Kecamatan Sucinaraja, Kamis (30/04/2020). Hadir saat labelisasi, Forkopimcam Sucinaraja, pendamping PKH, Kepala Desa setempat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Camat Sucinaraja, Iwan Krisnadiwan, menuturkan, dengan labelisasi ini diharapkan masyarakat di Desa Sadang umumnya di Kecamatan Sucinaraja, yang tatap hidupnya sudah lebih sejahtera, bisa sadar dan tidak menunggu-nunggu bantuan yang bukan peruntukannya lagi.

“Kegiatan labelisasi ini untuk menumbuhkan budaya malu bagi warga yang sudah tidak berhak menerima bantuan. Sedangkan jika ada keraguan dari masyarakat, maka TNI-Polri serta pihak desa dapat menjelaskan bantuan sosial dari pemerintah yang belum tepat sasaran,” ucap Camat, dilokasi kegiatan, Kamis (30/04).

Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Sucinaraja, M. Rahmat Msi, mengatakan, Untuk tahap 1 launching labelisasi di desa tersebut, baru dilakukan pada 20 rumah. Sedangkan untuk sisanya di tahap selanjutnya yang akan dilaksanakan pada hari Senin depan.

“Alhamdullilah, launching pertama labelisasi berjalan aman dan lancar tanpa ada penolakan serta halangan, semua KPM menerima ketika rumahnya di beri labelisasi rumah miskin,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Sadang, Dedi Subantara, menjelaskan dari jumlah 108 KPM yang menerima PKH dan BPNT di desanya, baru 64 yang sudah bisa di cairkan, masih ada yang belum di cairkan atau di proses karena ada persoalan di penerima KPM yang saldonya tidak ada atau kosong.

“Ini jadi persoalan di penerima KPM di desanya, saya berharap supaya pihak dinsos dan bank mau melakukan veripikasi dan validasi ulang, supaya kartu yang di terima KPM bisa cepat di gunakan untuk di cairkan,” harapnya.

Kedepannya, imbuh Kades Dedi, rumah yang sudah di labelisasi ini betul betul rumah orang yang miskin dan tidak mampu. Untuk Desa Sadang, sambungnya, ada 34 KPM penerima program PKH dan 30 yang menerima program BPNT.

“Untuk yang penerima PKH ini saya meminta supaya seluruhnya sudah dilabelisasi, diharapkan psikologis para KPM ada budaya malu bagi yang sudah mapan bisa mempertimbangkan untuk keluar dan siap jadi graduasi secara mandiri, dan pembaharuan atau validasi data penerima manfaat yang memang membutuhkan,” pungkasnya. (Irwi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Berita Terbaru