Wakil Bupati Garut Umumkan Hari Ini Dua Warga dari Tarogong dan Cikajang Positif Covid-19

FOKUS70,539 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Wakil Bupati (Wabup) Garut dr Helmi Budiman, hari ini, Kamis (23/04), menyampaikan, terdapat dua orang yang Rapid Test reaktif dan sekarang Confim Sweb-nya dinyatakan positif. Wabup juga sesalkan warga yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah. Kendati sosialisasi Pemerintah Daerah terus dilakukan dalam mengupayakan, sosialisasi penyadaran terhadap masyarakat agar dilakukan Social Distancing tapi kenyataannya masyarakat tidak memperhatikan.

“Saya sampaikan lagi, hari ini kita ada dua lagi yang positif, dari Tarogong Kaler dan Cikajang, ini Confim Sweb, dulu Rapid Test-nya Reaktif, sekarang sudah ada dua dan positif,” ucap Helmi, Kamis (23/04).

Wabup Helmi menjelaskan, untuk riwayat perjalanan sendiri dari keduanya, yang satu dari Nepal dan satu lagi lokal. Ia, menekankan, kepada warga masyarakat, sesuai himbauan Presiden termasuk Kepala Daerah yakni Bupati Garut, saat ini agar tidak mudik dulu.

“Jadi tolong lah ini diperhatikan, saya tahu ada anjuran dari bapak Presiden, dari bapak Bupati, agar tidak mudik, ternyata sekarang banyak yang mudik. Masyarakat kita banyak yang d rumah,, tetapi banyak yang mudik juga,” kata Helmi.

Ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Garut khususnya, yang diluar kota yang melakukan mudik, apalagi dari zona merah, harus isolasi mandiri dulu, jangan langsung keluar rumah. Saat ini tegas Helmi, Pemerintah Kabupaten Garut pun akan menurunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan juga dibantu anggota kepolisian, bagaimana melakukan pencegahan di tempat tempat keramaian.

“Kita akan turunkan Satpol-PP di pasar dan tempat keramaian, jadi tolong sekali lagi, karena kasus di Kabupaten Garut makin banyak ternyata, yang positif hari ini tambah dua, yang reaktif juga banyak, PDP, OD dan OTG apalagi,” tandasnya.

Ia berharap, kepada masyarakat, sekarang kita ini sudah ada zona merah, karena ada satu yang meninggal dan positif. Walaupun secara mikro hanya satu desa satu kecamatan, tapi secara umum kita zona merah, karena ada yang positif dan meninggal. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *