Wabup Putri Karlina Ajak ASN Perkuat Tadarus Ramadan

PEMERINTAHAN169 Dilihat
0 0
banner 468x60
Read Time:2 Minute, 39 Second

hariangarutnews.com – Seruan Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan bukan sekadar ajakan seremonial. Di tengah padatnya rutinitas birokrasi, ajakan ini menjadi pengingat bahwa aparatur negara memikul tugas duniawi sekaligus amanah spiritual. Momentum suci ini ideal dimanfaatkan guna menata ulang prioritas batin, bukan hanya mengejar target kinerja.

Melalui gagasan Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan, ruang publik birokrasi mulai dirangkai kembali sebagai ekosistem berporos pada nilai ilahiah. Bila sungguh dijalankan konsisten, tadarus berjamaah berpotensi melahirkan budaya kerja lebih jujur, bersih, serta peka terhadap persoalan warga. Ramadan lalu menjadi laboratorium akhlak, bukan cuma hitungan hari libur dan jadwal berbuka.

banner 336x280

Makna Strategis Ajakan Tadarus Bagi ASN Garut

Ketika Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan, sejatinya beliau menempatkan Al-Qur’an sebagai pusat orientasi moral. Tadarus tidak sebatas membaca ayat, tetapi menghidupkan pesan suci di ruang kerja publik. Aparatur yang terbiasa mendengar, melafalkan, serta merenungi ayat, cenderung lebih terjaga hati juga langkahnya.

Bagi ASN Garut, tadarus Ramadan di lingkungan pemkab dapat berfungsi sebagai jeda berkualitas di tengah rutinitas administrasi. Sekitar lima belas hingga dua puluh menit selepas salat Zuhur atau sebelum pulang kantor cukup guna mengikat kembali kesadaran spiritual. Pola sederhana seperti ini, bila dijaga sepanjang bulan, mampu menanamkan disiplin rohani yang berkesinambungan.

Dari sudut pandang kebijakan publik, seruan Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan memuat pesan penting. Pemerintahan daerah tak hanya sibuk membangun jalan, jembatan, atau gedung. Lebih jauh, mereka berupaya membangun jiwa pelayan masyarakat. Hal ini selaras dengan gagasan good governance berlandaskan nilai luhur, bukan semata indikator angka statistik.

Dari Seremonial Religius Menuju Transformasi Karakter

Tradisi tadarus di kantor pemerintahan kerap berpotensi terjebak pada pola formalitas. Hadir, duduk, membaca, kemudian bubar. Di sini letak pentingnya penekanan Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan agar tidak berhenti di rutinitas. Tadarus perlu disertai tadabbur, yaitu menghayati makna, lalu menghubungkan pesan ayat dengan realitas pelayanan publik.

Bayangkan sebuah rapat anggaran yang diawali tadarus singkat beserta renungan ayat kejujuran serta amanah. Nuansa pembahasan anggaran akan sangat berbeda dibanding rapat biasa. Sekalipun tidak otomatis menghapus penyimpangan, atmosfer batin peserta rapat cenderung lebih berhati-hati. Inilah potensi transformasi karakter yang lahir melalui implementasi konkret ajakan Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan.

Dari pengalaman berbagai instansi, program religius baru berbuah bila didukung teladan pimpinan. Saat wakil bupati sendiri ikut hadir, membaca, bahkan bertadabbur bersama, pesan moral terasa jauh lebih kuat. Pegawai tidak merasa ini sekadar kewajiban struktural, melainkan gerakan kolektif. Dalam konteks ini, Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan bisa dibaca sebagai ajakan membangun kultur, bukan sekadar agenda musiman.

Tadarus Ramadan Sebagai Fondasi Birokrasi Berakhlak

Pada akhirnya, gagasan Wabup Putri Karlina Ajak ASN Pemkab Garut Perkuat Ibadah Lewat Tadarus Ramadan patut dipandang sebagai langkah strategis membangun fondasi birokrasi berakhlak. Tadarus rutin melatih kepekaan hati sebelum menyentuh dokumen, anggaran, juga kebijakan. Bila kesadaran Qur’ani meresap ke setiap proses administrasi, pelayanan publik berpeluang lebih manusiawi, transparan, serta berpihak pada warga lemah. Refleksinya, Ramadan bukan sekadar musim ibadah, melainkan titik balik menuju pemerintahan yang lebih jujur, tulus, dan memuliakan martabat masyarakat Garut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
banner 336x280