oleh

Lurah Jayawaras Garut : Orangtua Harus Mendampingi Anaknya Saat Divaksin

HARIANGARUTNEWS.COM – Dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona, Pemerintah terus menggenjot angka persentase vaksinasi, tak terkecuali dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Bupati terus mengintruksikan jajarannya untuk percepatan capaian sesuai dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Republik Indonesia.

Lurah Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Agus Kusnadi, menuturkan, diwilayah kerjanya capaian vaksin mencapai 93%. Dari jumlah capaian tersebut, tercatat juga dalam data ‘by name by adress’.

“Ini adalah kerjasama semua pihak yang terlibat membantu, ada babinsa, bhabinkamtibmas, ketua RT dan RW, Kader, tenaga kesehatan dan Satgas Gugus Tugas,” ujar Agus, Rabu (19/01/2022) lalu.

Menurutnya, untuk pencapaian tersebut perlu keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah kelurahan saja. Semua terlibat, unsur pemerintah, TNI-Polri dan tokoh masyarakat termasuk dalam hal sosialisasi.

“Hasil tim dilapangan ini bisa dipetakan melalui gugus tugas, mana yang warga yang sudah divaksin, mana yang belum dengan bermacam alasan atau kendala sakit atau komorbid-nya. Alhamdulillah setelah itu bisa terinventarisir, kami mengunjungi ke lapangan secara langsung memberikan edukasi, apabila memang belum divaksin dosis satu utamanya, memungkinkan untuk sehat, mereka diarahkan untuk vaksinasi di puskesmas yang ditunjuk, salah satunya Puskesmas Haurpanggung,” beber Lurah Jayawaras.

Lanjut disampaikan Agus, saat ini pun sedang gencar dilakukan vaksin dosis dua. Ia berharap kepada warga masyarakat agar bisa mengikuti suntik vaksin dosis dua, dan kemungkinan dosis satu juga masih ada yang belum, karena berbagai kendala kesehatan namun jika kondisinya sudah sehat, segera untuk vaksinasi.

Kaitan dengan program vaksinasi usia 6-11 tahun, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh lembaga pendidikan yang ada di Kelurahan Jayawaras, mulai SDN, SDIT dan lembaga pendidikan lainnya.

“Alhamdulillah di hari kemarin secara gebyar, kita mendapatkan capaian target hasil yang cukup maksimal. Kita juga menunggu laporan data dari tenaga kesehatan termasuk lembaga pendidikan,” papar Agus.

Agus juga berharap dan akan koordinasi dengan lembaga pendidikan yang ada bisa memberikan laporan capaian secara berkala (update) untuk laporan capaian di tingkat kelurahan.

“Untuk capaian vaksin usia 6-11 tahun, kami juga tidak terfokus pada lembaga pendidikan atau sekolah. Kita juga melibatkan Kader dan RT, RW untuk mendata apabila warga masyarakat yang usia 6-11 tahun ini belum masuk di lembaga pendidikan, nanti kami akan sandingkan dengan data yang ada atau dari lembaga pendidikan,” papar Agus.

Agus juga memastikan, selalu monitoring dan mendampingi dalam pelaksanaan vaskin usia 6-11 tahun, bahkan pendampingan juga dari orang tua siswa.

“Apabila siswa yang mau divaksin tidak didampingi orang tuanya, itu tidak bisa dilaksanakan vaksinasi. Ini harus melalui proses skrining untuk melihat bagaimana kondisi siswa, apabila sedang sakit, itu tidak bisa dilaksanakan vaksin, istilahnya ditunda dahulu sampai kondisinya sehat,” kata Lurah Jayawaras. (Ndy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru