oleh

Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bamboo Creative Centre di Kecamatan Selaawi, Ini yang Disampaikan Bupati Garut kepada Pemborong

HARIANGARUTNEWS.COM – Peletakan batu pertama oleh Bupati Garut Rudy Gunawan menjadi simbolis dimulainya program pembangunan Bamboo Creative Centre di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Sabtu (19/09).

Acara yang berlangsung, dihadiri juga oleh Forkopimda Kabupaten Garut, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Direktur Pembangunan Sumber Daya Alam Perdesaan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan ASN dari Kementrian Perdesaan, para Kepala Desa, serta tokoh pemuda dan tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Selaawi.

Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan, program ini merupakan salah satu pembuktian terhadap apa yang dipesankan oleh Presiden, bahwa pembangunan yang efektif adalah pembangunan dari pinggiran, cetusnya.

“Selaawi itu dulunya kampung, jalannya sempit dan kurang baik, bahkan air pun cukup sulit. Jadi seolah-olah orang Selaawi itu dianggap tidak mempunyai harapan untuk hidup lebih baik. Namun Insya Allah secara bertahap kita akan melakukan pembangunan,” ujar Rudy Gunawan.

Dia melanjutkan, selama 4 tahun pihaknya mempercayai Ridwan Efendi menjadi Camat Selaawi, selama itu pula berbagai penghargaan diraih, baik pada tingkat provinsi maupun nasional. Apalagi, kata Rudy, pada tingkat Kabupaten Camat Ridwan ini merupakan camat terbaik dua tahun berturut-turut dan mendapatkan penghargaan Intan Kedaton.

“Pemerintah kabupaten Garut telah menetapkan Selaawi sebagai suatu daerah yang akan kita kembangkan dalam hal yang berhubungan dengan bambu serta berbagai jenis turunannya. Tentu kami berharap, ini merupakan bagian dalam rangka meningkatkan daya saing kecamatan Selaawi yang hanya berjarak kurang lebih 50 KM dari Bandung,” harapnya.

Dalam kesempatannya Bupati menyampaikan harapannya agar rekan pemborong yang telah memenangkan lelang dan menjadi pelaksana dalam pembangunan Bamboo Creative Centre, mampu membuktikan prestasinya dalam melaksanakan kontraknya.

“Saya selalu berhadapan dengan pemborong Garut yang bermasalah, seperti pasar Leles itu harus diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun. Tapi katanya sekarang pemborongnya malah sudah kabur, maka untuk pasar Leles akan diselesaikan tahun depan menjadi 4 tahun. Jadi, silahkan pemborong yang menjadi pelaksana pembangunan program ini agar berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Agar mendapatkan arahan, supaya dikemudian hari tidak ditemukan kerugian negara akibat program ini,” tegasnya.

Sementara, menurut Gery selaku direktur CV Indah Prima yang menjadi pelaksana dalam pembangunan Bamboo Creative Centre tersebut, mengungkapkan akan berupaya melaksanakannya dengan sebaik mungkin.

Site Plan Bamboo Creative Centre

“Saya menjadi pelaksana kegiatan program pembangunan ini melalui proses lelang di LPSE, dengan alokasi waktu pengerjaan 120 hari kerja dan anggaran 1,3 Milyar, ” terang Gery.

Ditambahkan Gery, anggaran tersebut tidak mencakup bagi keseluruhan program pembangunan sebagaimana yang tercantum dalam site plan. Jadi, alokasi dana tersebut peruntukannya hanya untuk membangun Amphi Theather sebagai bagian dari program Bamboo Creative Centre, pungkasnya. (Husni/MAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru