oleh

Komunitas Pecinta Kereta Api Garut Akhirnya Diresmikan di Cibatu

Pendiri Komunitas Garut Rail Fans (GARAF), Asep Budiono menyerahkan simbolis miniatur kereta api si Kuik kepada kepala desa Cibatu, Dadang S Ori, yang disaksikan tokoh penulis perkeretaapian Cibatu-Garut Tata Ansorie.

 

HARIANGARUTNEWS.COM – Komunita pecinta kereta api atau Rail Fans yang berdomisili di kabupaten Garut akhirnya diresmikan di Aula Desa Cibatu kecamatan Cibatu, Minggu (9/2) kemarin. Acara peresmian yang dihadiri sesepuh pecinta kereta api, mang Irin, kepala desa Cibatu Dadang S. Ori, tokoh penulis kereta api Cibatu-Garut Tata Ansorie, tamu undangan dari komunitas Sahabat Kereta Api (SKA) Daop 2 Bandung dan anggota komunitas pecinta kereta api Garut.

Menurut ketua penyelenggara, Asep Lukman Nurhakim, komunitas pecinta kereta api dinamai Garut Rail Fans (GARAF) semula hanya beberapa orang yang berdomisili di Garut. Kini anggotanya sudah 150 orang yang terdiri dari sejumlah kalangan remaja dan dewasa. Dirinya menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran para anggota dan tamu SKA Daop 2 Bandung yang berkenan hadir di acara peresmian tersebut.

“Tentu kami merasa bersyukur akhirnya peresmian komunitas GARAF ini akhirnya dapat terlaksana. Komunitas ini merupakan para pecinta kereta api asal Garut, harapannya selain terbangun silaturahmi juga ada kegiatan yang lebih produktif lagi”, katanya.

Sementara, tokoh yang menginisiasi terbentuknya GARAF Asep Budiono menyebutkan semula pada tahun 2009 di medsos dibuat grup Nostalgia Kereta Api Cibatu (NKAC) yang beranggotakan 1.360 orang, karena animo besar akhirnya tercetus untuk membuat komunitas GARAF di wilayah kabupaten Garut. Asep yang merupakan anak pegawai PT. KAI, mengatakan semula para pecinta kereta api dinamai anak kereta. Seiring waktu berubah menjadi incu kereta, mengingat semakin bertambahnya para pecinta kereta api. “Awalnya kami dirikan NKAC pada tahun 2009, komunitas ini yang pernah mengalami romantika lokomotif uap Cibatu-Garut pada tahun 80-an. Mengingat anggota semakin bertambah, rasanya penting untuk membentuk Garut Rail Fans”, ujar Asep yang akrab dipanggil kang Asep.

Demikian pula sesepuh komunitas kereta api, mang Irin, dirinya berharap komunitas ini tidak sekedar kumpul-kumpul tetapi dapat bergerak berinovasi mendapatkan peluang usaha. Selama ini yang digeluti mang Irin dapat membantu para komunitas membuat merchandise khas perkeretaapian baik berupa kaos atau miniatur kereta. “Usaha tersebut dapat djual secara online maupun di pameran. Hal ini dapat membantu pergerakan komunitas dalam kegiatan, juga menghasilkan secara ekonomi bagi komunitas itu sendiri”, katanya.

Adapun kepala desa Cibatu, Dadang S Ori yang masa perjalanan hidupnya besar di lingkungan stasiun Cibatu sangat mengapresiasi terbentuknya komunitas Garaf. Apalagi dirinya telah menjadi kepala desa merasa perlu suport pengembangan di wilayahnya yang memiliki kawasan stasiun dan perumahan peninggalan Belanda bernuansa kereta api. “Dibukanya reaktivasi kereta api Cibatu- Garut membuka ruang pengembangan ekonomi yang sangat besar. Diharapkan komunitas ini menjadi bagian destinasi wisata kereta api yang stasiunnya ada di wilayah kami”, ujar Dadang Ori. (Bulan/Husni)**

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru