oleh

Calon Ketua Kadin Garut akan Diumumkan Tanggal 3 Januari 2020

HARIANGARUTNEWS.COM – Setelah menggelar rapat Steering Comitee (SC) panitia Musyawarah Kabupaten (MUKAB) ke VII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Garut di rumah makan Pananjung Tarogong Kaler, Senin (9/12), diagendakan untuk penetapan calon ketua Kadin periode 2020-2025 akan diumumkan pada tanggal 3 Januari 2020. Demikian disampaikan Ketua SC Asep Lukman dia acara rapat tersebut.

Rapat SC yang juga dihadiri Ketua Kadin H. Deden Sopyan memutuskan beberapa agenda, dianatarnya penerimaan pendaftaran bakal calon ketua Kadin Garut periode 2020-2025 tanggal 16 sampai 20 Desember 2020, seminar dan debat kandidat calon ketua Kadin pada tanggal 6 Januari 2020.

“Saat ini kita sedang melakukan pemutakhiran KTA-LB dan KTA B khusus yang sudah terdaftar atau yang tercatat sebagai anggota Kadin Garut. Mudah-mudahan agenda ini sesuai rencana dan berjalan lancar”, ujar Asep.

Asep pun berkomitmen bahwa panitia akan menjalankan tugas sebaik-baiknya dan netral. Penerimaan bakal calon ketua Kadin Garut dibuka seluas-luasnya, semua warga Indonesia yang berpenduduk di Kabupaten Garut memiliki hak untuk mencalonkan diri yang tentunya sesuai AD/ART dan aturan yang berlaku. “Kami mengusung tema Melalui Mukab VII Kadin Garut, Mari Kita Sambut Revolusi Industri 4.0 Demi Kabupaten Garut Maju”, kata Asep.

Adapun mengenai tanggal pelaksanaan Mukab itu sendiri, disampaikan H. Endang Rushendar selaku Dewan Pertimbangan Kadin Garut akan dikomunikasikan dengan Kadin Jawa Barat. “Berkaitan dengan soal tepatnya waktu pelaksanaan, kami akan komunikasikan terlebih dahulu dengan Kadin Jabar. Yang jelas sesuai rapat panitia penyelenggaraannya di minggu kedua bulan Januari 2020”, ujarnya.

Sementara jelang Mukab VII Kadin Garut, animo untuk mencalonkan diri menjadi ketua cukup besar. Sejumlah nama bermunculan yang digadang-gadang akan turut bertarung di kontestasi pemilihan. Menurut jurnalis senior Garut Tata Ansorie yang juga OC Koordinator Bidang Komunikasi dan Informatika, selepasnya dua periode jabatan ketua Kadin H. Deden Sopyan yang berakhir di tahun 2020, jabatan  ketua Kadin bak sebongkah kue yang tak ada tuannya. Berbeda dengan Mukab sebelumnya, ketika H. Deden Sopyan muncul kembali untuk mencalonkan diri, semua seakan tak memberanikan diri untuk nyalon. “Terlepas kekurangan dan kelebihannya, pak H. Deden Sopyan memiliki kharisma dan gestur yang pas sebagai sosok ketua Kadin. Wajar jika tokoh-tokoh lain tak berani mencalonkan diri, rasa hormat melekat terhadap dir inya”, katanya.

Tata pun menyebutkan, pemilihan ketua Kadin Garut kali ini warnanya memang berbeda. Selain lebih terbuka, kesempatan orang mencalonkan diri cukup besar. Tetapi Tata berharap pemilihan ketua Kadin tanpa kompromis, tidak seperti pemilihan beberapa jabatan yang ada di Garut. Dicontohkannya, pemilihan Dewan Pengawas RSU Garut, pemilihan Dewan Pengawas Perumda PDAM, dan belum lama ini pemilihan Dewan Pendidikan Garut. Kendati melalui seleksi, tetapi semuai dilakukan melalui kompromi. “Makanya saya sepakat apa yang disampaikan ketua SC dan OC, bahwa pelaksanaan Mukab ini diamin netral. Adapun soal pilihan adalah personal yang memiliki hak suara”, tegasnya. (Bulan)**

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru