oleh

KPSPAMS Karya Laksana Samarang Garut, Akan Terima AMPL Award dari Menteri PPN/BAPPENAS RI

HARIANGARUTNEWS.COM – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) Republik Indonesia akan gelar Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) yang merupakan salah satu upaya advokasi kebijakan yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Pembangunan Perumahan, Pemukiman, Air Minum dan Sanitasi (Pokja PPAS) Nasional setiap dua tahun sekali. Dengan tema “Menuju layanan sanitasi dan air minum yang aman, inovatif dan berkelanjutan untuk semua.

Salah satu agenda KSAN di tahun 2019 yakni pemberian penghargaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Award kepada pemerintah daerah dan komunitas yang memiliki inovasi pada pembangunan sektor air minum dan sanitasi. Pemberian penghargaan akan diberikan kepada 5 Kabupaten/Kota, 4 komunitas dan 2 penghargaan khusus Kabupaten/komunitas, yang mana salah satu Penghargaan akan diterima oleh Kelompok Pengelo Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) Karya Laksana dari Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Pengurus KPSPAMS Karya Laksana, Siti Julaeha, membenarkan bahwa telah ada pemberitahuan dan undangan ke Kementrian PPN/BAPPENAS untuk menerima penghargaan AMPL Aword.

“Iya, nanti tanggal 2 Desember, kami diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan,” ujar Siti, Jum’at (29/11).

Lanjut Siti, pengelolaan KPSPAMS yang dikelolanya mengacu pada standar operasional sesuai arahan dan ketentuan, karena sudah ada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah.

“Yang jelas, KPSPAMS bisa berjalan kalau ada koordinasi yang baik dengan pihak lainnya, jadi tidak bergerak sendiri. Termasuk disini koordinasi dengan desa, karena memang salah satu unit usaha milik desa yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa,” kata Siti.

Dikatakan Siti, legal formal atau payung hukumnya dengan adanya Peraturan Desa (Perdes) dan Surat Keputusan Kepala Desa terkait penyelenggaraan pengelolaan.

“Kan ada pengurus atau pengelola, ada iuran pengguna, pelestarian, pemeliharaan sarana, ini diatur dengan Perdes dan SK Kepala Desa,” ucap Siti.

Ditegaskan Siti, kunci berhasilnya pengelolaan adalah kerja sama yang baik dengan semua unsur yang ada di desa termasuk masyarakat sebagai pengguna air.

“Masyarakat kunci utamanya, misalkan tadi ada iuran, itu kan dari masyarakat, mau tidak masyarakat membayar iuran. Hal ini perlu kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pengelola khususnya, dan Alhamdulillah Kepala Desa sendiri sangat intens dalam hal ini, sehingga diterapkanlah motto iuran sambil ibadah untuk membangun kesadaran masyarakat. Jadi, bagaimana supaya tertanam di hati masyarakat manakala mereka membayar iuran itu sekaligus mereka ibadah,” ungkapnya.

Siti berharap ini bisa menjadi motivasi, karena dari perjuangan yang dilakukan secara bersama-sama, gorong royong pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

“Terima kasih juga atas bimbingan arahan dari Dinas terkait, Koordinator atau Fasilitator Pamsimas yang di Garut, kami merasa terbantu sekali sampai bisa seperti ini,” pungkasnya. (Ndy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru