oleh

Didampingi Wabup Helmi, Menteri PMK RI Siapkan Generasi Emas 2045 di Ponpes Cibiuk

HARIANGARUTNEWS.COM – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, menerima  kunjungan kerja (kunker) Menteri Koordinator (Menko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Furqon di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Rabu (21/09/2022).

Dalam sambutannya, Wabup Helmi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Menko PMK RI yang berkenan datang ke Kabupaten Garut untuk yang kesekian kalinya.

“Pak Menteri kunjungan ke Garut ini bukan hanya. Beliau sering ke Kabupaten Garut termasuk ketika ada bencana, Alhamdulillah kami juga ditengok, dibantu terutama ketika bencana banjir Cimanuk 2016 pada saat beliau menjadi Menteri Pendidikan, terima kasih Pak Menteri,” ujar Wabup Garut.

Ia juga mengungkapkan dirinya bangga dengan keberadaan Ponpes Al-Furqon, di mana pesantren ini bukan hanya aset Muhammadiyah maupun aset Kecamatan Cibiuk saja, melainkan aset bagi Kabupaten Garut.

” Alhamdulillah saya ikut bangga karena pondok pesantren ini sekarang sudah sangat maju, fasilitasnya juga, masjidnya luar biasa, saya kagum. Saya tadi tanya ternyata ini banyaknya partisipasi masyarakat, partisipasi dari pada santri maupun orang tua santri dan upaya-upaya yang luar biasa dari seluruh para santri, para asatidz dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Di hadapan Menko Muhadhir Effendy, Wabup Garut menjelaskan, Kecamatan Cibiuk merupakan salah satu kecamatan yang religius, bahkan dulunya menjadi pusat pengembangan dakwah islam di Kabupaten Garut.

Walaupun memiliki wilayah yang kecil, imbuh dr. helmi, Kecamatan Cibiuk ini memiliki banyak pesantren dan santri.

“Saya bertanya, ini santrinya dari mana? ternyata banyak dari luar Cibiuk, dan luar Kabupaten Garut, dan ini kebanggaan bagi kami Kabupaten Garut, dan pesantren ini kembali mengokohkan bahwa Cibiuk sebagai salah satu sentral pendidikan dakwah dan juga penyebaran penguatan Islam di Kabupaten Garut,” imbuh Wabup Garut.

Sementara itu, Menko PMK RI, Muhadjir Effendy, berpesan kepada para santri agar kemampuan bahasa dikuasai, terutama untuk menyiapkan generasi emas tahun 2045.

“Jadi merekalah para santri yang nanti akan menentukan masa depan Indonesia itu, bukan saya, bukan bapak-bapak, karena kita sebentar lagi wassalam, tapi Indonesia itu akan ditentukan oleh generasi ini, dan salah satunya yang menentukan itu adalah alumni santri Pondok Pesantren Al-Furqon, dan tugas kita sebagai asatidz, sebagai  mudir, sebagai pimpinan pondok harus memberikan mimpi-mimpi besar kepada santri kita, jangan memberi mimpi kecil,” tuturnya.

Para santri ini harus memiliki mimpi yang besar, karena dengan mimpi besar, lanjut Muhadjir, para santri akan bekerja keras dan berusaha keras untuk meraih cita-cita besar tadi.

“Kemampuan pimpinan untuk memberikan mimpi besar itu penting, hanya pemimpin yang visioner yang bisa memberikan mimpi besar kepada anak-anak didiknya itu, dan guru yang hebat, dan ustadz yang hebat itu adalah kalau anak didiknya jauh lebih berhasil dibanding gurunya, itu baru namanya guru hebat, ustadz yang hebat,” ujar Muhadjir.

Selain itu, ia juga berpesan agar para santri bisa menguasai STEM atau Science, Technology, Engineering, and Math. Sehingga ia berharap pihak ponpes bisa menargetkan 50 persen santri Al-Furqon nantinya bisa masuk kuliah dengan jurusan hard science seperti kedokteran, teknik mesin, hingga teknik informatika.

“Karena sekarang ini masuk ke era digital, tidak boleh ada santri Al Furqon hanya bisa ngaji tapi gaptek atau gagap teknologi,” ucapnya.

Ia juga meyakini dengan menerapkan perilaku akhlakul karimah, para santri akan memiliki self censore dalam penggunaan teknologi yang ada.

“Jadi dengan era informasi yang terbuka sekarang ini, begitu mudahnya orang untuk dapatkan informasi, mendapatkan berita, mendapatkan macam-macam dari hanya alat kecil bernama smartphone itu, itu kita tidak bisa mencegah perkembangan teknologi, kecuali hanya menanamkan betul akhlakul karimah dan kemampuan untuk anak-anak untuk melakukan self censor,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru