oleh

Virus Sudah Tersebar dan Rentan Penularan, Wabup Garut : Harus Terapkan PSBB

HARIANGARUTNEWS.COM – Wakil Bupati (Wabup) Garut dr Helmi Budiman, usai gelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut, Kamis (30/04), Helmi menyampaikan bahwa, diajukannya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kabupaten Garut, karena melihat beberapa aspek dari perkembangan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Wabup Helmi, menyebutkan, perkembangan penanganan Covid-19, saat ini terus meningkat dan tersebar diwilayah Kabupaten Garut, mulai Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) termasuk pasien Positif Covid-19 bertambah dan sudah ada yang meninggal dunia.

“Kita berlakukan Social Distancing dan Physical Distancing, ternyata masih saja ramai, masyarakat banyak yan tidak mengindahkan. Makanya harus ada Pembatasan Sosial Bersekala Besar atau PSBB, dan kami (Pemkab Garut) setuju, ini langsung dibawah pimpinan bapak Gubernur Jawa Barat. Ada 17 kabupaten dan kota yang akan langsung beliau pimpin dalam rangka PSBB Jawa Barat,” ujar Helmi, di halaman Pendopo Garut, Kamis (30/04).

Helmi menjelaskan, untuk pemetaan titik mana saja untuk pelaksanaan PSBB ini, Wabup mengaku, dalam pembahasan belum sampai ke titik lokasi pemetaan, hanya secara gambaran, wilayah perkotaan di prediksi yang akan paling rentan penyebaran virus. Gambaran umumnya, imbuh Helmi, diwilayah perkotaan ini paling banyak/rentan penyebaran virusnya, tetapi bukan berarti diwilayah luar perkotaan tidak ada, ini akan dilihat dulu datanya secara lengkapnya bagaimana.

“Tadi dalam rapat untuk pemetaan secara utuh belum dilakukan, karena nanti setelah ini akan ada rapat khusus parsial, masing-masing katakankah kesehatannya bagaimana dan dilakukan koordinasi,” pungkasnya. (Ndy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Berita Terbaru