Syafii Efendi, Trainer Muda Nomor Wahid Indonesia Hadir di Garut

MIMBAR EDUKASI1,310 views

HARIANGARUTNEWS.COM – Wirausaha Muda Nusantara (WIMNUS) perwakian Jawa Barat menggelar seminar nasional dengan tema “Winning Mentality For Industrial Revolution 4.0” di gedung Bale Paminton, Rabu (25/12) kemarin. Seminar tersebut dihadiri oleh lebih dari 700 orang dari kalangan SMA/SMK dan mahasiswa yang ada di kabupaten Garut. Menurut ketua pelaksana Roni julian Rinaldi, sesuai dengan temanya WIMNUS menggelar seminar ini untuk membekali kaum milenial agar kedepannya mampu bersaing dengan mental dan kemampuan yang mumpuni dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Karena di era revolusi industri 4.0 ini kita bersaing bukan lagi dengan manusia, melainkan dengan mesin, robot, aplikasi-aplikasi yang canggih. Sehingga kaum milenial yang akan menjadi penerus bangsa harus mempersiapkan mental dan kemampuannya agar mampu bersaing”, ujarnya.

Sementara menurut Syafii Efendi, yang merupakan seorang trainer dan motivator termuda nomor satu di Indonesia dalam memberikan materinya kali ini lebih pada menstimulasi pikiran kaum muda agar mampu jadi pemimpin ditanahnya sendiri, bos ditempatnya sendiri. “Mereka harus dididik agar menjadi pengusaha, menjadi sumber ekonomi, sumber inspirasi dan sumber edukasi bagi masyarakat dan peradaban. Agar cucu cicit kita terbiasa memimpin bukan dipimpin”, harapnya.

Ditambahkannya lagi, Potensi kaum milenial Garut sangat bagus karena mereka punya keinginan belajar yang tinggi, namun sayangnya di sekolah atau kampus tidak mengerti apa yang mereka butuhkan dan apa yang dibutuhkan oleh masa depan. Hal ini yang menjadi kacau, karena di sekolah dan kampus terlalu kaku dan tidak applicable.

Di akhir pembicaraan yang menjadi ciri khas dari seorang syafii Efendi  adalah selalu mengeluarkan kata bijak untuk menjadi motivasi, dan kata bijak kali ini khusus untuk kaum milenial Garut yakni “Muda adalah pesan akselarasi, jika diusia muda anda tidak lebih cepat lebih kuat lebih gagah lebih tinggi. Maka anda lebih baik mati muda dan tidak tersisa”, ujarnya. (Husni/Bulan)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *