oleh

Bank Sampah, Solusi Pemberdayaan KPM PKH Garut

HARIANGARUTNEWS.COM – Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kecamatan Tarogong Kidul, Garut Jawa Barat, terus fokus melakukan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dalam mengatasi sampah di desa Kersamenak. Sampah Warga Bersinergi (Sawargi), menjadi gaung pergerakan sosial pendamping PKH dalam upaya pemberdayaan KPM.

Gerakan Sawargi ini diterjemahkan dalam sebuah wadah yang dapat dijangkau KPM PKH yaitu Bank Sampah Berjaya (Berkah,Juara dalam Berkarya), yang menjadi embrio dari rangkaian pemberdayaan yang sedang dilakukan.

Koordinator PKH Kecamatan Tarogong Kidul, Lia Yulianingsih (33), mengatakan, gerakan Sawargi berangkat dari upaya pendamping PKH merubah perilaku masyarakat prasejahtera. Disamping itu, permasalahan lingkungan menjadi masalah yang tak kunjung usai diselesaikan.

” Berdasarkan permasalahan dan potensi yang dimiliki KPM PKH, kami bersama rekan-rekan pendamping sepakat menjadikan desa Kersamenak sebagai pilot project untuk wilayah dampingan di Kecamatan Tarogong Kidul, yang diharapkan semangat ini akan menular ke wilayah dampingan yang lain dengan kegiatan yang serupa atau berbeda,” ungkap Lia, Sabtu (28/9/2019).

Lia menuturkan, upaya pendamping PKH Kecataman Tarogong Kidul, mendapat sambutan dan respon positip dari berbagai lintas sektor, sehingga upaya kami lebih ringan karena banyak yang peduli, tinggal bagaimana kami terus berkoordinasi untuk tetap bersinergi.

Sementara pendamping PKH Desa Kersamenak, Asep Fauzan Ghozali (29), mengatakan, launching bank sampah Berjaya, dihadiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari Camat, Tim Penggerak PKK, Kepala Desa, RW, RT, Koordinator Kabupaten PKH Garut, Seluruh Pendamping Kecamatan Tarogong Kidul, serta KPM PKH Kersamenak.

Kendati demikian Asep mengungkapkan, bahwa pendamping terus berupaya untuk selalu berbenah dalam pelaksanaan di lapangan agar sistem bank sampah yang sudah diterapkan dapat berumur panjang yang akan terus memberi manfaat bagi masyarakat.

” Bank Sampah Berjaya berangkat dari harapan masyarakat untuk bisa berdaya yang tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah yang sudah jelas peruntukannya, disamping itu ibu-ibu PKH begitu antusias untuk berubah dengan sampah yang biasanya menjadi masalah, nah ini yang kita harapkan ke depan agar masyarakat mampu merubah mindsetnya,” pungkasnya. (Lina Lisnawati)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru